Edy Setiadi Ingin IKBN Maju Dengan Manfaatkan Dana "Tax Amnesty"

Kompas.com - 07/06/2017, 14:20 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Nonbank (IKNB) OJK, Edy Setiadi menilai kapasitas permodalan IKNB Indonesia masih minim. Oleh karena itu ia akan berupaya mendorong permodalan di IKNB bila terpilih nanti.

Pernyataan itu ia sampaikan usai melakukan tes uji kelayakan dan kepatutan calon komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2022 di Gedung DPR, Jakarta.

"Kapasitas permodalan masih rendah dan perlu didorong. Banyak jumlah perusahaan pembiayan malah kecil modalnya sehingga tidak nendang istilahnya," ujarnya Rabu (7/6/2017).

Saat ditanya apa solusi yang ditawarkan bila terpilih menjadi komisioner OJK, Edy menyampaikan caranya harus rasional untuk mengurai masalah permodalan ini.

Salah satu cara yang ia anggap rasional adalah dengan memanfaatkan dana hasil program tax amnesty. Otoritas Jasa Keuangan harus mendorong agar dana tax amnesty bisa mengalir ke IKNB. Dengan begitu maka permodalan perusahaan pembiayaan bisa ikut terdongkrak.

"Kenapa ke perusahaan pembiayaan? karena saat ini memiliki efektifitas yang tinggi untuk pelayanan kepada masyarakat yang non bankable," kata Eddy.

Selain masalah permodalan, ia juga menilai IKNB memiliki tantangan dalam hal pengawasan. Terlebih banyak kasus-kasus perusahaan investasi seperti kasus AJB Bumiputera.

"Ditingkatkan jumlah pengawas dan kualitasnya. Jadi managemen dipengawas. Dengan kondisi pengawasan yang tertatih, ke depan SDN di sekitar pengawasan harus dibenahi," ucapnya.

(Baca: Ini 4 Calon Pimpinan OJK yang Jalani Uji Kepatutan di DPR Hari Ini)

Kompas TV Panitia Seleksi Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan akhirnya membuka calon kandidat petinggi OJK. Hingga penutupan pendapaftaran pada 2 Februari lalu, tercatat 882 orang telah mendaftar. Dari jumlah tersebut, calon yang lolos ke tahap kedua mencapai 107 orang. Kursi petinggi OJK memang sangat menggiurkan. Tidak hanya pelaku jasa keuangan yang mendaftar, tapi para akademisi hingga politisi juga turut mendaftar. Yang menarik, separuh pendaftar justru merupakan kaum muda. Kalangan profesional lembaga keuangan memang mendominasi kandidat dengan jumlah hingga 40 orang. Namun, dua kandidat dari yang merupakan politisi di dewan perwakilan juga turut lolos. Selain ketua Komisi XI DPR, dari Partai Golkar Melchias Markus Mekeng, politisi PDI-P, Andreas Eddy Susetyo juga turut meramaikan bursa calon dewan komisioner OJK. Namun, menjadi komisioner OJK tidaklah mudah. Pasalnya, lembaga ini mengawasi lembaga dengan aset hingga ribuan triliun rupiah. Lembaga ini meliputi bank, asuransi, dana pensiun, hingga para emiten di Bursa Efek Indonesia. Untuk itu, masyarakat juga diajak memberi masukan. Menjadi komisioner OJK memang tidak bisa bermodalkan niat semata. Integritas yang tinggi juga mutlak dimiliki para kandidat.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.