Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sudah Tinggalkan Rp 14.000, BI Sebut Rupiah Masih Terlalu Murah

Kompas.com - 08/02/2019, 14:17 WIB
Mutia Fauzia,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah dalam satu minggu terakhir telah meninggalkan level Rp 14.000 per dollar AS. Namun, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai, posisi nilai tukar rupiah saat ini masih terlalu murah atau undervalue.

"Kalau itung-itungan memang kalau fundamental nilai tukar rupiah masih undervalued," ujar Perry ketika memberikan penjelasan kepada awak media di Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Perry mengatakan, perhitungan tersebut berdasarkan tingkat inflasi yang cenderung rendah juga kondisi neraca pembayaran yang membaik.

Bahkan dirinya mengatakan, kondisi neraca perdagangan yang akan dirilis hari ini surplus 5 miliar dollas AS meski defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang terdiri atas neraca jasa dan neraca perdagangan masih cukup lebar.

"Surplus dari neraca modalnya jauh lebih besar sehingga memang surplus dari neraca modal atau aliran modal asing itu bisa menutupi defisit CAD, sehingga neraca pembayarannya secara keseluruhan adalah surplus," ujar Perry.

Sebagai catatan, pada perdagangan hari ini, Jumat (8/2/2019) rupiah diperdagangkan pada Rp 13.974 per dollar AS, atau melemah 1,5 poin jika dibandingkan pada penutupan perdagangan yang berada pada posisi Rp 13.972,5 per dollar AS.

Sedangkan di kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai tukar rupiah terhadap dollar AS saat ini berada pada posisi Rp 13.992.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com