Dua Maskapai Indonesia Total Pesan 272 Pesawat Boeing 737 Max

Kompas.com - 13/03/2019, 21:48 WIB
Ekor dan sayap pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR Ekor dan sayap pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pesawat Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan maskapai Ethiopian Airlines mengalami kecelakaan. Akibat kecelakaan itu, 149 penumpang dan 8 kru pesawat dikabarkan tewas.

Di Indonesia sendiri, pesawat jenis tersebut ada 11 unit. 10 pesawat dioperasikan maskapai Lion Air dan 1 pesawat dioperasikan Garuda Indonesia.

Rupanya, kedua maskapai tersebut secara total sudah memesan sebanyak 272 pesawat Boeing 737 Max.

"Jadi total 218 (unit) Boeing 737 Max 8 dan 4 (unit) 737 Max 9. Jadi total 222 pesawat (Boeing 737 Max) dipesan Lion group," ujar Managing Director Lion Air Group, Daniel Putut di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Baca juga: Pemerintah Belum Berniat Larang Boeing 737 Max Terbang ke Indonesia

Daniel menambahkan, 222 pesawat tersebut di pesan pada 2011 lalu dan disaksikan Presiden Amerika Serikat saat itu Barack Obama.

"Pemesanan Boeing waktu itu di Bali, di depan Barack Obama," kata Daniel.

Ditemui di lokasi yang sama, Direktur Operasional Garuda Indonesia, Bambang Angkasa mengatakan, secara total perusahaannya memesan 50 unit pesawat buatan pabrikan asal negeri Paman Sam itu.

"Pemesanan itu awalnya 50 unit. Baru datang satu. Berikutnya 2020 baru datang," kata Bambang.

Saat ditanya apakah akan menghentikan pemesanan Boeing 737 Max setelah kejadian kecelakaan Ethiopian Airlines, keduanya kompak mengatakan belum bisa mengambil keputusan saat ini. Sebab, kedua perusahaan masih menunggu hasil investigasi mengenai penyebab kecelakaan tersebut.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X