Gaji Perawat di Jepang Tembus Belasan Juta Rupiah

Kompas.com - 19/03/2019, 07:08 WIB
ILUSTRASI Perawatshutterstock ILUSTRASI Perawat

JAKARTA, KOMPAS.com - Bekerja sebagai perawat di rumah sakit Jepang merupakan pengalaman berharga yang didapat oleh AW (32). Pria asal Bali ini merupakan peserta program economic partnership agreement (EPA) antara pemerintah Indonesia dengan Jepang.

Selain mendapat pengalaman berharga, AW juga mengaku mendapat gaji yang besar ketika bekerja di negeri sakura itu. Menurut dia, gaji perawat di Jepang lebih besar ketimbang saat dia menjadi perawat di sebuah rumah sakit di Lombok, NTB.

“Tergantung dari rumah sakitnya, kalau saya (penghasilannya) kurang lebih bersihnya Rp 13 juta,” ujar pria yang enggan disebutkan nama aslinya itu kepada Kompas.com, Senin (18/3/2019).

Selama empat tahun di negeri matahari terbit itu, AW bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit di Osaka bagian timur. Dia bisa ke Jepang setelah lolos seleksi yang dilakukan oleh BNP2TKI.

Baca juga: Suka Duka Perawat Indonesia saat Bekerja di Jepang...

“Saya ikut daftar program ini dari BNP2TKI. Jadi murni daftar sesuai prosedur, ikut ujian tulis, psikologi, medical check up. Nanti ada pengumuman, lalu matching untuk ke Jepangnya,” kata AW.

Untuk bisa bekerja sebagai perawat di Jepang, kata AW, minimal harus punya pengalaman kerja selama dua tahun. Setelah lolos seleksi, para peserta harus mengikuti pelatihan selama enam bulan di Indonesia dan enam bulan lagi di Jepang.

“Tiga bulan pertama untuk belajar bahasa Jepang lanjutan. Setelah itu 3 bulan lagi masuk ke fase belajar kejuruan. Kita belajar perawatan Jepang mulai dari segi bahasanya. Setelah itu kami dijemput oleh rumah sakit yang menerima kita. Kita ditempatkan di asrama,” ucap dia.

Setelah mengikuti program tersebut selama empat tahun, lanjut AW, nantinya akan ada ujian keperawatan yang diselenggarakan pemerintah Jepang. Jika lolos seleksi barulah bisa memperpanjang masa kerja di Jepang.

Namun, AW tak lulus ujian tersebut. Akhirnya dia harus kembali ke tanah air.

“Kalau enggak lulus enggak bisa lanjut lagi kerja di sana. Visanya kan cuma 4 tahun,” ujar dia.

Kendati mendapat penghasilan besar selama di Jepang, AW mengaku belum tertarik kembali bekerja di sana. Dia masih ingin berkumpul dengan keluarganya di Indonesia.

“Mau menikmati dengan keluarga dulu. Mau asah skill sekalian dulu di sini. Setelah balik dari Jepang belum mau kerja dulu, masih mau santai dulu,” kata dia.




Close Ads X