KILAS

BRI Salurkan Bantuan Rp 150 Juta untuk Korban Banjir Bandang Sentani

Kompas.com - 19/03/2019, 14:30 WIB
Banjir bandang menerjang Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Sabtu (16/3/2019) malam hingga Minggu dini hari. KOMPAS.com/DHIAS SUWANDIBanjir bandang menerjang Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Sabtu (16/3/2019) malam hingga Minggu dini hari.


KOMPAS.com
- Bank Rakyat Indonesia ( BRI) turut membantu meringankan penderitaan  korban bencana banjir bandang di Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua dengan menyalurkan bantuan.

Tercatat hingga Senin (18/3/2019), BRI telah menyalurkan bantuan tahap pertama dengan total nilai Rp 150 juta. Hal ini diungkapkan oleh Corporate Secretary BRI Bambang Tribaroto.

“Bantuan awal untuk para korban banjir di Sentani kami salurkan dalam berbagai bentuk, yakni makanan dan minuman siap saji, obat-obatan, pakaian, tenda, tikar serta kebutuhan pokok lainnya. Bantuan tersebut didistribusikan melalui Kantor Cabang BRI Jayapura, BRI KC Abepura, dan BRI KC Sentani," jelas Bambang seperti dalam keterangan tertulisnya.

Tak hanya itu, kata Bambang,  BRI yang ditunjuk sebagai koordinator penyaluran bantuan dari perusahaan-perusahaan BUMN telah mendirikan Posko BUMN Hadir Untuk Negeri di BRI Unit Doyo, Sentani dan Kantor Bupati Sentani.

Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi pasca bencana.

Banjir bandang menerjang Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Sabtu (16/3/2019) malam hingga Minggu dini hari.KOMPAS.com/DHIAS SUWANDI Banjir bandang menerjang Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Sabtu (16/3/2019) malam hingga Minggu dini hari.
”Kami terus cek penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat disana dan memonitor keberlangsungan operasional jaringan kantor BRI agar outlet kami tetap dapat diakses oleh masyarakat,” imbuh Bambang.

Seperti diberitakan sebelumnya, bencana banjir bandang di Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua terjadi akibat intensitas hujan terus menerus dari Sabtu (16/3/2019) hingga Minggu (17/3/2019) dini hari.

Air deras yang membawa pohon, batu, lumpur dan material lainnya menerjang rumah-rumah penduduk. Selain jumlah korban tewas yang kemungkinan masih terus bertambah, masyarakat yang terdampak pun masih terpusat di tempat-tempat pengungsian.

Sampai Selasa (18/3/2019) pagi, total jenazah yang telah ditemukan mencapai 89 orang. Sementara itu, jumlah korban hilang menurut laporan publik yaitu sebanyak 74 orang.

Adapun untuk korban luka-luka terdapat 84 korban luka berat dan 75 orang mengalami luka ringan. Sedangkan sebanyak 6.831 orang mengungsi di 15 titik, dengan total korban terdampak sebanyak 11.725 kepala keluarga.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X