Jelang Pencoblosan, Jonan Minta PLN Monitor Pasokan Listrik Hingga ke TPS

Kompas.com - 14/04/2019, 15:18 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meninjau Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa Bali di Gandul, Depok, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019).KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meninjau Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa Bali di Gandul, Depok, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumbernya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta PLN memonitor detail persiapan pengamanan pasokan listrik pada 17 April 2019.

Tanggal tersebut merupakan hari pemungutan suara Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019.

"Dicek detailnya, terutama untuk tanggal 17, karena tanggal 17 kan dilaksanakan di seluruh nusantara," kata Jonan seperti dikutip dari laman Sekretaris Kebinet, Jakarta, Minggu (14/4/2019).

"Dan TPS-nya banyak sekali, mungkin ratusan ribu. Jadi itu tolong ada monitoring sampai ke unit rayon PLN masing-masing,” sambung dia.

Baca juga: PLN: Tarif Listrik Bisa Turun Kalau Pemerintah Tambah Subsidi Rp 60 Triliun

Selain itu, Jonan juga meminta PLN berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendeteksi keperluan KPU, khususnya di TPS.

Kebutuhan listrik tak hanya saat hari pemungutan suara, namun juga hingga usai pemilu. oleh karena itu, Jonan juga meminta agar pasokan listik ke KPUD turut dipastikan.

"Khususnya lagi mungkin daerah-daerah yang terpencil dan remote yang mungkin komunikasinya tidak mudah," ucap Jonan.

"Setelah itu di kantor-kantor KPUD, untuk penghitungan suara dan untuk sistem logistiknya jangan sampai down, jadi bukan hanya KPU pusat, tapi KPUD di daerah,” sambung dia.




Close Ads X