PLN: Tarif Listrik Bisa Turun Kalau Pemerintah Tambah Subsidi Rp 60 Triliun

Kompas.com - 12/04/2019, 16:55 WIB
Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Timur, Nusa Tenggara dan Bali, Djoko Abumanan saat diwawancarai di Depok, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMADirektur Bisnis PLN Regional Jawa Timur, Nusa Tenggara dan Bali, Djoko Abumanan saat diwawancarai di Depok, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menjanjikan akan menurunkan tarif dasar listrik hingga 20 persen jika dia terpilih sebagai presiden di periode 2019-2024. Menurut dia, tarif listrik itu akan diturunkan dalam kurun waktu 100 hari kerja.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Timur, Nusa Tenggara dan Bali, Djoko Abumanan mengatakan, bisa saja tarif listrik diturunkan sebesar 20 persen. Namun, pemerintah harus menambah subsidi yang diberikan kepada PLN sebesar dua kali lipat.

“(Pemerintah harus) nambah subsidi Rp 60 triliun ditambah Rp 60 triliun, itu paling cepat kalau jangka waktunya 100 hari,” ujar Djoko di Depok, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019).

Djoko menambahkan, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menurunkan tarif listrik. Caranya, dengan mengganti pembangkit listrik yang ada sekarang dengan pembangkit yang memiliki teknologi canggih. Namun, hal tersebut memerlukan investasi yang tak kecil.

“Efisiensi dengan pembangkit yang teknologi super baru, ultra super critical, sizing besar. Dia akan murah Rp 4,2 sen. Itu kita bisa nurunkan harga jual,” kata Djoko.

Saat ditanya apakah hal tersebut bisa dilakukan dalam jangka waktu 100 hari, Djoko menolak untuk berkomentar. “Ah itu saya enggak tahu,” ucap dia.

Sebelumnya, dalam Kampanye Akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Prabowo menjanjikan berbagai hal kepada pendukungnya. Salah satu yang ia janjikan yakni menurunkan tarif listrik dalam 100 hari pertama bila menjadi presiden.

Prabowo yakin hal itu bisa dilakukan karena timnya sudah memiliki hitungan-hitungan yang memungkinkan tarif listrik akan turun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.