Faisal Basri: Pak Jokowi Harus Punya Unit Khusus Membakar Lemak Penghambat Ekonomi

Kompas.com - 29/04/2019, 05:06 WIB
Pengamat Ekonomi Faisal Basri saat di Jakarta, Kamis (14/2/2019).KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Pengamat Ekonomi Faisal Basri saat di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com -  Ekonom senior Faisal Basri menyatakan, pemerintah perlu memberantas kelompok kepentingan yang memperlambat bagi perekonomian Indonesia.

“Kita berharap dilibas kelompok-kelompok kepentingan yang menyelubungi lemak perekonomian Indonesia. Ini yang membuat gerak ekonominya lamban. (Pertumbuhan ekonomi) Naik naik 0,1 0,2 nol koma gitu," ucap Faisal dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (27/4/2019).

"Seharusnya kita bisa tumbuh cepat kalau tubuh kita ramping. Pak jokowi harus punya unit khusus membakar lemak ini,” tambah dia.

Selain karena memperlambat ekonomi, Faisal menilai kelompok kepentingan tersebut dapat mengganggu kerja sama antara pemerintah dan swasta dalam upaya membangun ekonomi.

Baca juga: Faisal Basri: Kita Seperti Kesurupan dalam Menghabiskan Sumber Daya Alam

“Kolaborasi itu tidak akan jadi masalah atau akan lancar kalau tidak disusupi oleh vested interest (kelompok kepentingan. Inilah yang harus dibakar, harus dienyahkan supaya murni kepentingan negara. Jangan ada yang menunggangi kepentingan negara padahal untuk kepentingan dirinya, untuk kepentingan kelompoknya,” kata dia.

Pasalnya, akan lebih baik jika dalam membangun ekonomi pemerintah menggandeng swasta agar tidak ada potensi yang hilang.

“Jadi negeri ini terlalu besar untuk dikelola sepenuhnya oleh BUMN. Terlalu besar, potensinya nanti akan hilang kalo dikelola satu pihak saja. Bahkan perlu dilibatkan koperasi atau inisiatif-inisiatif masyarakat lainnya,” ucap dia.

Disamping itu, Faisal juga menyoroti, BUMN – BUMN semestinya bekerja di bidangnya saja dengan tidak mengembangkan lini bisnis yang bukan bidangnya. Menurutnya, BUMN yang mengembangkan bisnis di bidang bisnis lainnya merupakan bentuk ketidakpatutan dari BUMN tersebut.

“Sudah konsentrasi saja BUMN-BUMN di bisnis intinya. Misalnya BUMN semen, Semen Gresik dia punya pelabuhan sendiri, oke di pelabuhannya sendiri tidak apa-apa, tetapi Semen Gresik jangan ekspansi bangun pelabuhan di Gorontalo," katanya.

"Sama tidak patutnya seperti Adhi Karya bangun hotel Grandhika, Hutama Karya membangun HK hotel, Pegadaian membangun Pesona Hotel, kan enggak benar ini namanya,” lanjut dia. (Vendi Yhulia Susanto)

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Ekonom: Pemerintah perlu berantas kelompok kepentingan yang memperlambat perekonomian



Sumber

Close Ads X