Ibu Kota Baru Tidak untuk Menyaingi Jakarta

Kompas.com - 30/04/2019, 17:15 WIB
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/4/2019). KOMPAS.com/IhsanuddinKepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro memastikan, rencana pemindahan Ibu Kota bukan untuk menciptakan Jakarta kedua.

"Bukan menciptakan kota pusat segalanya yang kedua menggantikan Jakarta," ujarnya dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

"Yang kita lakukan ibu kota baru hanya untuk pusat pemerintahan dan kegiatan komersial yang mendukung," sambungnya.

Bahkan Bambang juga tak menampik bila nantinya Ibu Kota baru akan lebih sepi dari kota-kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta.

Sebab Ibu Kota baru tidak tidak didesain sebagai kota pesaing Jakarta yang terkenal sebagai pusat bisnis.

Bambang mencontohkan Washington DC yang tidak menyaingi New York. Termasuk dalam hal jumlah penduduk yang jauh di bawah New York.

"New York sebagai pusat bisnis keuangan AS dan Washington DC pusat pemerintahan sama seperti ide pemindahan Ibu Kota Indonesia," kata dia.

Pemerintah belum mau mengungkapkan lokasi pasti pemindahan Ibu Kota. Meski begitu berdasarkan data daerah minim risiko bencana, ada sejumlah wilayah yang potensial jadi Ibu Kota.

Wilayah tersebut yakni Sumatera bagian timur, seluruh Kalimantan dan Sulawesi bagian Selatan.

Sementara soal waktu, pemerintah mengatakan punya dua target yakni 5 tahun dan 10 tahun. Dengan estimasi proses dimulai 2020, maka pemindahan Ibu Kota baru akan dilakukan pada 2025 atau 2030.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X