Penjualan Eceran Maret 2019 Menguat, Ini Pendorongnya

Kompas.com - 07/05/2019, 14:12 WIB
Pasar Manggis Setiabudi Jakarta, Kamis (27/12/2018)KOMPAS.com/Ambaranie Pasar Manggis Setiabudi Jakarta, Kamis (27/12/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Survei Penjualan eceran Bank Indonesia menunjukkan bahwa Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Maret 2019 sebesar 230,2 atau tumbuh sebesar 10,1 persen (yoy).

Pertumbuhannya lebih besar dari capaian Februari 2019 sebesar 9,1 persen. Peningkatan penjualan eceran terutama bersumber dari subkelompok Sandang dan kelompok Suku Cadang dan Aksesori.

Penjualan eceran diprakirakan tetap tumbuh positif pada April 2019.

Dalam hasil survei tersebut, terlihat bahwa pertumbuhan penjualan eceran ditopang oleh penjualan subkelompok sandang, terutama untuk pakaian jadi sert produk alas kaki dan perlengkapannya. Untuk sandang, angkanya tumbuh 41,2 persen yoy. Sementara untuk kelompok suku cadang dan aksesoris tumbuh 20,7 persen.

Baca juga: BI: Penjualan Eceran Februari 2019 Meningkat

Sementara itu, untuk penjualan riil April 2019, BI memperkirakan penjualan eceran masih tumbuh positif meski tak sekuat periode sebelumnya.

Pada April 2019, IPK diperkirakan tumbuh sebesar 5,7 persen, melambat dibandingkan Maret 2019 sebesar 10, persen. Meski begitu, pertumbuhan tersebut tetap meningkat dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,1 persen.

Adapun pertumbuhan penjualan eceran pada April 2019 tertinggi terjadi pada subkelompok komoditas sandang, terutama pakaian jadi. Pertumbuhannya diprediksi sebesar 22 persen. Selain itu, kelompok suku cadang dan aksesoris juga masih memegang posisi dengan pertumbuhan 15,5 persen.

Secara regional, penumbuhan IPR Maret 2019 di sebagian besar kota yang disurvei tercatat mengalami pertumbuhan positif. Pada Maret 2019, penjualan eceran tertinggi terjadi di kota Surabaya sebesar 50,8 persen, diikuti oleh Manado sebesar 34 persen.

Melambatnya kinerja penjualan eceran secara nasional pada April 2019 terutama dipengaruhi oleh kontraksi penjualan eceran di sebagian kota, antara lain Bandung yang pertumbuhannya minus 9,7 persen dan dan Denpasar yang minus 3,1 persen.

Di sisi lain, sejumlah kota mengalami ekspansi pertumbuhan, seperti Surabaya sebesar 32,5 persen dan Makassar sebesar 42,2 persen.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X