Gelar Mudik Gratis, Taspen Gelontorkan Dana Rp 3 Miliar

Kompas.com - 30/05/2019, 16:45 WIB
Taspen menggelar mudik gratis dengan peserta sebanyak 2.500 orang. Mereka diberangkatkan dari kantor Taspen, Jakarta, Kamis (30/5/2019). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA KEMALATaspen menggelar mudik gratis dengan peserta sebanyak 2.500 orang. Mereka diberangkatkan dari kantor Taspen, Jakarta, Kamis (30/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 2.504 pemudik mengikuti program mudik gratis Taspen tahun ini. Peserta terdiri dari Aparatur Sipil Negara, Pensiunan PNS, serta masyarakat sekitar yang kurang mampu.

Mereka mulai diberangkatkan Rabu (29/5/2019) menggunakan kapal laut, Kamis (30/5/2019) untuk jalur darat menggunakan bus, dan melalui kereta api dan kapal laut pada Jumat (31/5/2019).

Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro mengatakan, anggaran yang mereka keluarkan untuk mudik gratis tahun ini sekitar Rp 3 miliar. Dengan anggaran tersebut, peserta sudah mendapat pakaian, snack, uang saku, dan dilindungi asuransi.

Baca juga: Menteri Rini Lepas 250.000 Peserta Mudik Bareng BUMN

"Ini bagian dari dana CSR dan PKBL, kurang lebih Rp 3 miliar," ujar Iqbal di kantor pusat Taspen, Jakarta, Kamis (30/5/2019).

Adapun tujuan mudik menggunakan bus yakni Surabaya dan Surakarta. Sementara mudik dengan kapaal laut untuk tujuan Makassar. Iqbal mengatakan, terjadi peningkatan peserta mudik gratis Taspen dari tahun sebelumnya.

"Karena moda transportasinya bertambah, ada bus, kereta dan sekarang ada kapal laut," kata Iqbal.

Keberangkatan menggunakan kereta api mendominasi mudik gratis Taspen tahun ini, yakni 16 gerbong yang memuat 1.344 pemudik. Adapun jumlah pemudik menggunakan bus sebesar 1.060 orang dengan 24 bus.

 

Baca juga: Menteri Rini Ucapkan Terima Kasih ke 104 BUMN yang Gelar Mudik Gratis

Sementara yang menggunakan kapal Iaut sejumlah 100 orang dengan keberangkatan Tanjung Priok menuju Makassar.

Dari segi kualitas, Iqbal menyebut mudik gratis tahun ini lebih baik dari sebelumnya.

"Kendaraannya lebih bagus, fasilitas dapat tiketnya lebih bagus karna diambil lewat online, pengelolaannya juga lebih bagus," sebut Iqbal.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X