4 Kunci Sukses Merintis Bisnis Event Organizer

Kompas.com - 12/07/2019, 15:08 WIB
Ilustrasi pameran Thinkstockphotos.comIlustrasi pameran

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak perusahaan yang mulai menyedari pentingnya menggelar event bisnis untuk mendekatkan diri kepada mitra atau kliennya.

Mulai dari sekedar peluncuran produk unggulan hingga konferensi pers perkembangan bisnisnya pada periode tertentu.

Hal ini memunculkan peluang bisnis Event Organizer (EO) yang semakin besar. Oleh karena itu banyak orang tertarik untuk terjun di bidang ini.

Baca juga: Mau Kembangkan Bisnis Waralaba ke Kancah Global? Simak Tips Ini

Nah bagi Anda yang mau atau bahkan sedang merintis bisnis EO, berikut 4 kunci suksesnya dari Head of Greenhouse Indonesia Viktor Kyosev:

1. Pahami kebutuhan perusahaan klien

"Jika Anda ingin menarik dan mempertahankan klien yang terbaik, Anda harus benar-benar memahami tantangan yang dihadapi klien itu," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (12/7/2019).

Kyosev mengatakan, setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda, mulai dari memperkenalkan produk hingga mendekati mitra.

Oleh karena itu ucapnya, perlunya memahami kebutuhan tersebut lebih dari sekadar mengatur acara seperti pesanan klien.

Misalnya, jika klien ingin melibatkan sponsor atau media, Anda harus menciptakan suasana yang lebih mengesankan dan mencerminkan mereka dengan baik.

Jika klien menginginkan acara internal untuk meningkatkan ikatan tim mereka, Anda perlu suasana yang kurang formal di mana orang dapat bersantai dan berinteraksi.

2. Optimalkan venue

Saat memilih tempat, jangan hanya mempertimbangkan kenyamanan atau daya tarik visual. Sekali lagi, cobalah untuk memahami kebutuhan klien.

Menurut Kyosev hal ini penting ternasuk termasuk bersiap diri untuk situasi tidak terduga karena perubahan kebutuhan tersebut. 

Misalnya, mengadakan acara perusahaan di coworking space berarti ruang tersebut dioptimalkan untuk bisnis dengan fasilitas seperti layar, proyektor, spidol, flipchart, colokan, dan banyak lagi.

Anda dapat memanfaatkan ekosistem venue tempat kerja untuk mencari pembicara dan peserta.

3. Tawarkan layanan proaktif

Jangan hanya menawarkan layanan pelanggan, tetapi cobalah untuk menawarkan pengalaman pelanggan yang holistik.

Menurut Kyosev, layanan pelanggan muncul terutama ketika ada umpan balik negatif dari klien. Anda harus siap menawarkan solusi jika ada kesalahan teknis atau acara berjalan terlambat.

Berikan pengalaman pelanggan yang hebat karena itu berarti memberikan pengalaman yang menyenangkan dalam seluruh perjalanan kepada pelanggan. Pastikan tidak ada masalah sedikitpun.

4. Jangan lupa untuk mengumpulkan umpan balik

Kunci dari mempertahankan klien adalah menghargai pendapat mereka bahkan setelah transaksi Anda selesai, salah satunya dengan mengumpulkan umpan balik.

Greenhouse selalu mengumpulkan umpan balik kualitatif selama interaksi dengan klien, dan kuantitatif melalui survei Net Promoter Score (NPS) yang terkirim secara otomatis setelah setiap acara.

NPS adalah cara untuk mengukur kesetiaan pelanggan yang dikembangkan oleh Fred Reichheld di Bain & Company pada tahun 2003.

Baca juga: Ditjen Pajak soal Mukena Syahrini: Omzet Rp 4,8 Miliar Wajib Jadi Pengusaha Kena Pajak



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X