Pertamina Tekan Dampak Kebocoran Sumur Pertamina di Blok ONWJ

Kompas.com - 08/08/2019, 13:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) terus menekan dampak kebocoran sumur YYA-1 di area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di pesisir pantai utara Karawang, Jawa Barat (Jabar). Hingga kini upaya itu terus dilakukan.

"Sejak kejadian selalu berupaya minimalkan dampak sekecilnya, dengan koordinasi dan dukungan seluruh pihak," kata Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Dharmawan H. Samsu di Kantor Pertamina, Jakarta, Rabu (8/8/2019).

Dharmawan menuturkan, pihaknya sudah telah melakukan koordinasi dengan sejumlah lembaga dan intansi terkait. Termasuk masyarakat di sekitar di pesisir pantai utara Karawang, Jabar dengan memberikan edukasi atau penjelasan atas kejadian tersebut.

"Melakukan restorasi lingkungan termasuk dari kemasyarakatan, melibatkan bantaun eksternal termasuk seluruh sumber daya. Strategi kami adalah agar penanganan di offshore bisa semaksimal mungkin, kita bisa meminalkan dampak," ujarnya.

Dia menyampaikan, penanganan tumpahan minyak (oil spill) akibat kebocoran proyek Hulu Energi sumur YYA-1 Blok ONWJ difokuskan di offshore (laut) dan onshore (daratan). Sehingga akibat tumpahan minyak bisa diminimalisir sekecil mungkin.

Baca: Atasi Tumpahan Minyak, Pertamina Berlakukan 7 Lapis Proteksi

"Di onshore fokus pembersihan pantai bersama seluruh pihak yang bisa membantu kami, termasuk masyarakat. Termasuk kami lakukan proteksi kepada muara sungai, Pertamina komitme pemulihan lingkungan," ujarnya.

Selain itu menangani dampak tumpahan minyak, Pertamina juga akan memberikan ganti rugi atau kompensasi kepada warga yang terdampak. Ini dilakukan setalah melakukan serangkaian proses, mulai pengaduan hingga diputuskan pihak PHE.

Munculnya gelembung gas di sekitar anjungan YY yang dioperasikan PHE ONWJ berawal pada Jumat dini hari, 12 Juli 2019. Hingga akhirnya terus membesar dan meluas.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina EP Nanang Abdul Manaf menyatakan, agar tidak terulang, sumur YYA-1 di area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) bakal ditutup.

"Pasti (ditutup) karena kami mengamankan supaya tidak ada aliran lagi. Saya kira akan lebih aman kalau kami tinggalkan," kata Nanang di Gedung Pakuan Bandung, Jawa Barat, usai bertemu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan sejumlah kepala daerah, Jumat (2/8/2019).

Sumur yang sudah ditinggalkan delapan tahun lalu itu awalnya akan kembali diproduksikan.

Ia menyebutkan, insiden tumpahan minyak itu terjadi lantaran ada aliran dari sumur YYA yang bocor dan mengeluarkan gelembung gas yang disertai minyak. "Bukan semburan, kalau semburan ada tekanan. Tapi aliran, tumpahan," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.