Kompas.com - 17/10/2019, 22:20 WIB
Sebuah kapal keruk beroperasi untuk memperluas kolam dan alur pelayaran di Pelabuhan Benoa, Senin (18/9/2017). KOMPAS.com/ROBINSON GAMARSebuah kapal keruk beroperasi untuk memperluas kolam dan alur pelayaran di Pelabuhan Benoa, Senin (18/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelabuhan Teluk Benoa, Bali disinggahi kapal pesiar berukuran raksasa berisi 1.856 turis asal Asia hingga Eropa. Kapal pesiar itu memiliki panjang 268 meter dengan bobot 75,338 GT.

“Dengan sandarnya kapal pesiar yang besar seperti ini di pelabuhan Benoa, saya yakin  dapat meningkatkan citra pariwisata bali untuk lebih banyak menarik turis mancanegara lewat kapal pesiar singgah di Bali,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/10/2019).

Koster meyakini dengan sandarnya kapal tersebut bisa menimbulkan dampak positif bagi perekonomian Bali.

“Nanti setiap ada kapal pesiar asing yang datang lagi, akan kita bantu menyusun rangkaian tujuan wisatanya agar jadi lebih terarah dan para wisatawan dapat menikmati wisata di Bali,” kata Koster.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo III Doso Agung menambahkan, pihaknya telah selesai merevitalisasi alur dan kolam Pelabuhan Benoa. Hasilnya kapal yang  memiliki panjang lebih dari 300 meter ini sebelumnya tidak bisa sandar.

Sebelumnya kapal pesiar yang bisa sandar di Pelabuhan Benoa hanya  Kapal Cruise MV Insignia dengan bobot GT 30,277 dan MV Azamara Quest dengan bobot yang sama terakhir pada bulan Maret lalu.

“Alhamdulillah  sejak selesainya revitalisasi minat kunjungan kapal pesiar lebih tinggi ke Pelabuhan Benoa karena dari sisi keselamatan, keamanan dan kenyamanan kapal sudah terjamin,” ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pelindo III juga telah melakukan peningkatan fasilitas gedung terminal penumpang yang semula hanya berkapasitas 900 orang diperbesar hingga mampu menampung 3.500 orang diatas lahan seluas 5.600 meter persegi.

Pelabuhan Benoa sendiri menargetkan kunjungan kapal pesiar di tahun 2019 ini sebanyak 75 unit kapal,m. Saat ini realisasi hingga Awal Oktober ini sudah 55 unit kapal dengan total 1,4 juta Gross Tonage (GT), dan total jumlah wisatawan 29.755 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inilah para Pemenang Kompasiana Awards 2021

Inilah para Pemenang Kompasiana Awards 2021

Rilis
Perdagangan Internasional: Definisi Ekspor Impor dan Faktor Pendorong

Perdagangan Internasional: Definisi Ekspor Impor dan Faktor Pendorong

Whats New
50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

Whats New
Ketika Mata Uang China Laris Manis dan Resmi Berlaku di Era Majapahit

Ketika Mata Uang China Laris Manis dan Resmi Berlaku di Era Majapahit

Whats New
BNI Smart City Hadir di Surakarta, Apa Saja yang Ditawarkan?

BNI Smart City Hadir di Surakarta, Apa Saja yang Ditawarkan?

Rilis
Menhub Minta Layanan di Pelabuhan Tanjung Priok Dipercepat, Ini Caranya

Menhub Minta Layanan di Pelabuhan Tanjung Priok Dipercepat, Ini Caranya

Whats New
Di Kompasianival 2021 Gita Wirjawan Berikan Catatan agar Ekonomi dan UMKM Membaik

Di Kompasianival 2021 Gita Wirjawan Berikan Catatan agar Ekonomi dan UMKM Membaik

Rilis
Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

Whats New
Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

Rilis
Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

Rilis
Maman Suherman dan 'Mice' Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi 'Bahagia Bersama' di Kompasianival 2021

Maman Suherman dan "Mice" Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi "Bahagia Bersama" di Kompasianival 2021

Rilis
Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

Rilis
Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Whats New
Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

Whats New
Bagaimana Aturan dan Cara Menghitung Gaji Part Time?

Bagaimana Aturan dan Cara Menghitung Gaji Part Time?

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.