Mengenal Airy Syariah, Properti yang Tak Layani Pasangan Tak Menikah

Kompas.com - 20/10/2019, 14:17 WIB
Booth Airy yang mempromosikan layanan Airy Syariah dalam sesi Muslim Travel di pameran industri travel Internasionale Tourismus-Borse (ITB) Asia di Marina Bay Sands Expo and Convention, Singapura, Kamis (17/10/2019). KOMPAS.COM/NURSITA SARIBooth Airy yang mempromosikan layanan Airy Syariah dalam sesi Muslim Travel di pameran industri travel Internasionale Tourismus-Borse (ITB) Asia di Marina Bay Sands Expo and Convention, Singapura, Kamis (17/10/2019).

SINGAPURA, KOMPAS.com - Perusahaan startup bidang accomodation network orchestrator (ANO)  Airy memiliki layanan Airy Syariah. Layanan Airy Syariah mulai diterapkan sejak awal 2016.

Vice President Commercial Airy Viko Gara mengatakan, hotel Airy Syariah mensyaratkan pasangan yang menginap untuk menunjukkan bukti menikah pada saat check in. Pasangan yang tidak menikah tidak diperbolehkan menginap di hotel tersebut.

"Sekarang apa yang ada di Airy terbatas pada saat kita bilang itu Airy Syariah, artinya unmarried couple enggak boleh masuk," ujar Viko di Singapura, Kamis (17/10/2019).

Baca juga: Dukung Industri Halal Indonesia, Airy Syariah Promosi di Singapura

Viko menuturkan, layanan Airy Syariah bermula dari permintaan pemilik hotel yang tidak ingin propertinya disewa oleh pasangan yang tidak menikah.

Karena itu, Airy selalu memberitahukan syarat bukti menikah untuk hotel Airy Syariah pada laman online travel agent (OTA).

"Kita taruh di OTA kalau properti ini mewajibkan untuk kirim bukti nikah untuk pasangan kalau lawan jenis. Atau kalau identitasnya sudah serumah, enggak usah bawa bukti nikah, tunjukkan saja KTP-nya satu alamat, fine," kata dia.

Airy tidak mau berdebat soal definisi syariah. Perusahaan itu hanya hanya menjanjikan satu hal terkait hotel-hotel Airy Syariah, yaitu pasangan tidak menikah tidak boleh menginap di properti tersebut.

"Kita cuma janjikan satu hal dan itu yang kita jaga," ucap Viko.

Baca juga: Industri Halal RI Kalah dari Negara Sebesar Jatinegara, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Konsultasi ke MUI

Airy saat ini sedang berkonsultasi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal hotel syariah. Sebab, MUI sudah memiliki persyaratan untuk mensertifikasi hotel syariah.

"MUI sudah ada panduan untuk bisa dapat sertifikasi syariah itu harus seperti apa. Airy kita lagi konsultasi dengan MUI," tutur Viko.

Pemerintah hingga kini belum memiliki aturan soal hotel syariah. Viko memastikan Airy akan mengikuti aturan jika pemerintah sudah menerbitkan regulasi soal hotel syariah.

"Kalau sudah keluar regulasinya yang mewajibkan, kita akan comply atau kita akan shift," ucapnya.

Saat ini ada lebih dari 400 hotel Airy Syariah dengan total lebih dari 5.000 kamar yang tersebar di 50 kota di Indonesia. Hotel-hotel rekanan Airy merupakan hotel ultrabudget dengan tarif lebih kurang Rp 250.000 per malam.

Baca juga: Pemerintah Ajak Milenial Bangun Industri Halal

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X