Industri Halal RI Kalah dari Negara Sebesar Jatinegara, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Kompas.com - 27/04/2019, 11:16 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan pembangunan Halal Park di Senayan Jakarta, Selasa (16/4/2019) KOMPAS.com/Ambharanie NadiaPresiden Joko Widodo meresmikan pembangunan Halal Park di Senayan Jakarta, Selasa (16/4/2019)

BANDUNG, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah ( KNKS) Ventje Rahardjo menuturkan akan membuat pusat manajamen data (One Data Centre).

One Data Centre itu diproyeksikan menjadi database KNKS untuk melihat potensi ekonomi syariah di Indonesia.

"Salah satu pekerjaan rumah besar bagi kita adalah menyajikan data yang kita harapkan data ini bisa kita pakai sebagai landasan membuat keputusan kebijakan. Rencananya, KNKS akan membuat pusat data," kata Ventje Rahardjo dalam acara IIEFest di Bandung, Jumat (26/4/2019).

Ventje mengatakan, rencana ini guna membangun ekosistem ekonomi syariah di Indonesia dan memperkuatnya. Selain itu, memudahkan masyarakat lain yang membutuhkan data serupa, seperti peneliti, ilmuwan, dan wartawan.

Baca juga: Halal Park Baru Akan Rampung pada 2020, Ini Alasannya

Data tersebut juga dibuat karena saat ini Indonesia belum memiliki basis data soal perkembangan ekonomi syariah. Selama ini yang digunakan masih berupa prakiraan. Hal ini terbukti ketika Ventje tak berani menyebutkan angka potensi peningkatan ekonomi syariah setelah Masterplan Ekonomi Syariah berlaku.

"Kami belum bisa menyebutkan berapa persen pertumbuhannya, karena saat ini data hanya berupa perkiraan," ucap Ventje.

Berdasarkan data Global Islamic Economy Report, Indonesia berada di posisi 10 sebagai pelaku industri halal di tingkat global. Tapi Ventje yakin data di lapangan lebih bagus dan lebih akurat dibanding catatan ekonomi syariah saat ini.

Menurut Ventje, data yang valid untuk market share dan potensi akan mampu membangun industri halal di Indonesia jauh lebih mudah.

"Dengan data center itu kita berharap dapat memperbaiki posisi kita. Saat ini baru nomor 10, kalah dengan Bahrain yang nomor dua padahal besaran negaranya hanya sebesar Jatinegara," kata Ventje.

Baca juga: Bidik 5 Juta Wisman Tahun Ini, Potensi Wisata Halal RI 10 Miliar Dollar AS

Kendati merencanakan, Ventje belum bisa memastikan tanggal pembuatan pusat data tersebut. Namun dia memastikan akan membuatnya dalam waktu dekat. Oleh karena itu, dia mengandalkan dukungan dari semua pihak agar rencana ini berjalan dengan lancar.

Selain berencana membuat pusat data, KNKS juga membuat Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 (Meksi) yang memiliki 4 strategi utama, yaitu penguatan rantai nilai halal, penguatan sektor keuangan syariah, penguatan UMKM, dan pemanfaatan platform ekonomi digital. Meksi ini rencananya akan diluncurkan tanggal 14 Mei mendatang di Jakarta.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X