Bidik 5 Juta Wisman Tahun Ini, Potensi Wisata Halal RI 10 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 09/04/2019, 17:06 WIB
Ilustrasi halal Getty Images/iStockphotoIlustrasi halal

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menargetkan pada 2019 ini Indonesia menerima kunjungan 20 juta wisatawan asing.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, dari 20 juta kunjungan wisatawan tersebut, sebesar 25 persennya atau sebanyak 5 juta wisatawan adalah mereka yang melakukan perjalanan ke destinasi atau lokasi yang menawarkan wisata halal.

Dengan demikian, Indonesia setidaknya bisa mendapatkan devisa 5,5 miliar dollar AS hingga 10 miliar dollar AS dari wisatawan halal. Sebab, menurut Arief, wisatawan asing umumnya menghabiskan 1.100 dollar AS hingga 2.000 dollar AS ketika melakukan perjalanan wisata di Indonesia.

Baca juga: Indonesia Raih Posisi Pertama di Pasar Wisata Halal untuk Pertama Kali

"Wisatawan mancanegara yang relatif dekat spending-nya relatif kecil, seperti Singapura dan Malaysia. Middle East yang paling tinggi. Average spending 1.100 dollar AS, kalau orang Timur Tengah hampir 2.000 dollar AS (per kunjungan)," ujar dia di Jakarta, (9/4/2019).

Indonesia sendiri tahun ini berhasil menduduki posisi teratas dalam indeks Mastercard-Crescent Rating Global Muslim Travel index (GMTI) 2019. Peringkat tersebut berhasil diraih Indonesia setelah bertahun-tahun berupaya untuk menaikkan posisinya.

Setelah tahun lalu berasa di peringkat ke-2, tahun ini Indonesia menduduki posisi pertama dalam bersama dengan Malaysia, dengan skor 78. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Sektor Makanan hingga Kosmetik Bisa Dongkrak Industri Halal Indonesia

CEO Crescent Rating dan Halal Trip Fazal Bahardeen mengatakan Indonesia posisi teratas dalam indeks berhasil dicapai Indonesia melalui serangkaian upaya yang telah dilakukan Kementerian Pariwisata Indonesia dalam berinvestasi di industri pariwisata dan perjalanan, serta pengembangan infrastruktur ramah wisatawan muslim. 

"Setelah sebelumnya berada di peringkat kedua, tahun ini Indonesia menduduki posisi pertama dalam GMTI 2019, bersama dengan Malaysia, dengan skor 78," ujar Fazal di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.