Gula Langka di Pasaran, Harga Melonjak hingga Rp 17.000 per Kilogram

Kompas.com - 10/03/2020, 19:19 WIB
Ilustrasi Gula Pasir. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOIlustrasi Gula Pasir. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga saat ini harga gula pasir masih melonjak naik di tengah merebaknya kabar langkahnya komoditas tersebut di beberapa daerah.

Di Jakarta Barat, gula masih dijumpai di warung sembako, namun harganya telah melonjak.

"Gula sekarang 1 kilogramnya itu Rp 17.000 padahal biasanya Rp 14.000 atau Rp 15.000," ujar salah satu pemilik warung sembako di daerah Rawa Belong, Ayida, kepada Kompas.com, Selasa (10/3/2020).

Baca juga: Pemerintah Percepat Impor Gula, Bawang Putih dan Daging Kerbau

Ayida mengakui lonjakan harga gula tersebut sudah terjadi selama satu bulan yang lalu. Sehingga, biaya yang dia keluarkan untuk membeli sekarung beras sangat membebani.

"Saya kan biasanya beli per karung isinya 50 kilogram nah biasanya itu Rp 500.000 nah sekarang Rp 800.000 lebih per karungnya," lanjutnya.

Begitu pun di daerah Jakarta Pusat, harga gula telah melonjak dari harga normal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nurul, salah satu pemilik warung yang berada di daerah Tanah Abang mengaku dia menjual gula dengan harga Rp 17.000 per kilogramnya. "Sebelumnya saya kasih harga normal Rp 16.000 per kg. Karena naik, saya naikkin dikit Rp 17.000 sekarang," katanya.

Sebelumnya Menteri Perdagangan Agus Suparmanto usai menghadiri rapat koordinasi mengenai pangan dan perdangangan di Kantor Kemenko Perekonomian mengatakan harga gula saat ini sedang tinggi karena belum musim panen. Sehingga pemerintah berencana akan melakukan importasi gula sebanyak 400.000 ton.

"Gula kan harganya tinggi karena musim panen belum ada, nanti adanya sekitar Juni dan untuk saat ini untuk kebutuhan sebelum Juni kita berencana mengimpor gula sebanyak 400.000 ton kurang lebih," ujarnya di Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Dia juga menyebutkan selain gula pemerintah juga akan melakukan percepatan impor untuk beberapa komoditas lain seperti Bawang Putih dan Daging.

Untuk bawang putih pemerinta akan mengimpor sebanyak 90.000 ton sementara untuk daging kerbau sudah berjalan dan kalaupun ada penambahan kuota masih dihitung dengan Perum Bulog

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.