KILAS

Kementan Dukung Pemda Ambil Sikap Tegas Tolak Alih Fungsi Lahan

Kompas.com - 15/06/2020, 15:25 WIB
Perpres tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dibutuhkan untuk menghentikan alih fungsi lahan pertanian dan luas bahan baku sawah yang setiap tahunnya tercatat menyusut seluas 120 ribu hektar Dok. Kementerian Pertanian RIPerpres tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dibutuhkan untuk menghentikan alih fungsi lahan pertanian dan luas bahan baku sawah yang setiap tahunnya tercatat menyusut seluas 120 ribu hektar

KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) dengan tegas menolak praktik alih fungsi lahan.

Menurutnya, alih fungsi lahan menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian. Maka dari itu, Kementan pun mendukung langkah-langkah pemerintah daerah (pemda) untuk mencegah alih fungsi lahan.

“Kami mendukung pemda untuk mengambil sikap tegas,” kata menteri yang akrab disapa SYL ini, Senin (15/06/2020).

Dia pun menjelaskan, pemda memiliki peran untuk menangani alih fungsi lahan karena telah ada regulasi yang mengaturnya, yaitu Undang-undang Nomor 41 tahun 2009 tentang Penerapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) di daerah.

Baca juga: Anggaran Subsidi Menurun, Kementan Perketat Penyaluran Pupuk Bersubsidi

“Kami berharap pemerintah juga memberikan perhatian serius terhadap hal ini,” tuturnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Senada dengan Mentan, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, pertanian merupakan sektor yang sangat penting.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Karena pertanian menghasilkan pangan yang dibutuhkan semua masyarakat. Oleh karena itu, kita tidak mau ada lahan yang terganggu, atau beralih fungsi,” paparnya.

Di lain kesempatan, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Ono Surono sebelumnya menilai, Indonesia menghadapi ancaman serius atas alih fungsi lahan pertanian.

Dia menerangkan, indikator ancaman tersebut dapat dilihat dari adanya ribuan hektar sawah yang berubah peruntukannya.

Baca juga: Agar Harga Pangan Terjaga, Akademisi Minta Kementan Diberi Kewenangan di Area Pasar

"Sebenarnya kita sudah punya undang-undang untuk mengatasi alih fungsi lahan itu. Tetapi pada prakteknya UU itu kan harus disesuaikan dengan Perda RT/RW atau Rencana Tata Ruang wilayah, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten," ujarnya.

Jabar siapkan KP2B

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Jawa Barat (Jabar) Hendy Jatnika mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen dalam mempersiapkan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).

Bahkan, sebutnya, Jabar tengah mempersiapkan revisi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang untuk mendukung itu.

Hendy menjelaskan, Perda Tata Ruang Jawa Barat mengatur bahwa lahan pertanian yang ditargetkan menjadi Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) seluas 900.000 hektar (ha).

Baca juga: Capaian Positif Kementan Dalam 6 Bulan, NTP Hortikultura Naik

"Untuk Jabar, terkait penetapan lahan pertanian berkelanjutan masih berlanjut. Dan saat ini Perda Tata Ruang nya masih dalam proses revisi," jelasnya.

Dia pun mengakui, mengatasi alih fungsi lahan pertanian bukan hal yang mudah. Sebab, salah satu kendalanya adalah belum adanya sinergitas antara kebijakan di tingkat provinsi dengan kabupaten atau kota.

"Memang sulit untuk mengawasi alih fungsi lahan. Tentunya kabupaten atau kota juga dengan sendirinya melakukan penerapan perundang-undangan yang melindungi lahannya masing-masing,” terangnya.

Sebab, lanjut Hendy, kabupaten juga mempunyai Peraturan Bupati (Perbup) masing-masing.

Baca juga: Kementan Berikan Stimulus Kepada 2,76 Juta Petani Miskin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.