Soal Hambatan Investasi, Kepala BKPM Pernah Bersahabat dengan 'Hantu'

Kompas.com - 13/07/2020, 12:41 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (17/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (17/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) Bahlil Lahadalia kembali menyoroti investasi mangkrak yang diakibatkan oleh berbagai alasan.

Hal tersebut mengakibatkan banyak potensi investasi yang terhambat realisasinya.

Salah satu hambatan menurut Bahlil adalah, masih adanya oknum atau ia sebut 'hantu' yang mengganggu proses realisasi investasi. Ini ia pernah temui ketika masih menjadi seorang pengusaha.

Baca juga: Cerita Kepala BKPM Pernah Jadi Hantu

"Kenapa bisa tahu seperti itu, karena saya pernah belajar tentang hantu dan bersahabat sama hantu. Jadi bisa tahu," katanya dalam sebuah diskusi virtual, Senin (13/7/2020).

Selain itu, Bahlil menyebutkan, masih adanya tumpang tindih kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, mengakibatkan pelaku usaha kesulitan untuk merealisasikan penanaman modalnya.

"Tapi apakah bupati, gubernur itu salah? Enggak salah. Itu kewenangan otonomi daerah," ujar dia.

Oleh karenanya, adanya perbedaan kebijakan yang diterbitkan antara pemerintah pusat dan daerah sudah menjadi suatu hal yang lumrah.

"Jadi sampai ayam tumbuh gigi pun enggak akan mampu menyelsaikan ini," katanya.

Baca juga: Kepala BKPM Minta Para Investor Besar Menggandeng UMKM

Berdasarkan data yang ia miliki, hal-hal tersebut mengakibatkan potensi investasi senilai Rp 708 triliun terhambat realisasinya.

"Ada yang sudah 3 tahun, ada yang 2 tahun, ada yang 5 tahun, ada yang 7 tahun tapi tidak tereksekusi," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X