Pisang dan Nanas Jadi Potensi Komoditas Ekspor Indonesia ke Jepang

Kompas.com - 21/07/2020, 12:10 WIB
Ilustrasi pisang. SHUTTERSTOCKIlustrasi pisang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan ( Kemendag) mengungkapkan, buah-buahan menjadi komoditas yang berpotensi tinggi untuk ditingkatkan ekspornya ke Jepang, khususnya pisang dan nanas.

Pisang sendiri merupakan buah yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Jepang.

Potensi tersebut seiring dengan adanya kesepakatan Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement (IJEPA), di mana buah pisang dan nanas asal Indonesia dibebaskan tarif bea masuk oleh pemerintah Jepang.

Baca juga: Ekonomi China Terguncang Corona, RI Genjot Ekspor Pisang

"Kuota yang ditetapkan itu pisang segar sebanyak 1.000 metrik ton per tahun dan nanas segar 300 metrik ton per tahun. Ini adalah peluang yang bisa dimanfaatkan," ujar Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kemendag Sulistyawati dalam webinar Japan-Indonesia Market Access, Selasa (21/7/2020).

Meski demikian, katanya, untuk bisa masuk ke pasar Jepang, ada spesifikasi yang perlu dipenuhi sesuai standar buah yang ditetapkan oleh otoritas Negeri Sakura tersebut. Salah satunya, mengenai persyaratan maksimal berat nanas 900 gram.

Sulistyawati bilang, hal tersebut memang menjadi hambatan dan hingga saat ini belum ada perusahaan yang dapat memanfaatkan kuota ekspor nanas segar. Oleh sebab itu, ini juga perlu menjadi perhatian bagi eksportir Indonesia.

"Jadi kita diberikan kuota (ekspor ke Jepang) tapi juga harus memenuhi spek yang ada," kata dia.

Baca juga: Filipina Tawarkan Impor Nanas ke Indonesia

Selain buah pisang dan nanas, Indonesia juga berpeluang untuk meningkatkan ekspor komoditas sayur-sayuran. Lantaran, produk impor holtikultura Jepang paling tinggi adalah sayur-sayuran.

Tren impor produk holtikultura Jepang tercatat terus meningkat, dari tahun 2015 yang hanya sebesar 5,05 miliar dollar AS menjadi sebesar 5,79 miliar dollar AS di tahun 2019. Nilai impor sayuran mencapai 970 juta dollar AS dan pisang 960 juta dollar AS.

Sayangnya, impor produk holtikultura Jepang kebanyakan dipasok dari China, Filipina, dan Amerika Serikat. Indonesia tercatat ada di urutan ke-20 sebagai negara yang mengekspor produk holtikultura ke Jepang.

Oleh sebab itu, Sulistyawati menekankan, Indonesia perlu mengambil peluang di pasar Jepang untuk bisa meningkatkan ekspor produk holtikultura.

"Indonesia memang perlu bergerak lebih cepat untuk dapat menguasai ekspor holtikultura di Jepang. Ini perlu didukung Bapak/Ibu (eskportir) untuk bisa berakselerasi dengan cepat dalam menguasai pasar tersebut," ungkapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X