Kompas.com - 16/07/2021, 08:22 WIB
Korindo beralasan perkebunan sawitnya berada dekat dengan perbatasan Papua dan Papua Nugini sehingga keberadaan aparat polisi diperlukan untuk menjaga keamanan. Foto diambil tahun 2018. GREENPEACE via BBC INDONESIAKorindo beralasan perkebunan sawitnya berada dekat dengan perbatasan Papua dan Papua Nugini sehingga keberadaan aparat polisi diperlukan untuk menjaga keamanan. Foto diambil tahun 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Organisasi sertifikasi kehutanan global, Forest Stewardship Council (FSC) menghentikan sertifikasi Korindo Group, perusahaan penghasil kayu dan kelapa sawit yang Korea-Indonesia.

Dalam keterangan resminya, FSC menyatakan bahwa mereka telah mengakhiri lisensi merek dagang dengan Korindo mulai 16 Oktober 2021.

Sebelum keputusan ini, Korindo berupaya mencapai perbaikan sosial dan lingkungan yang signifikan, sebagaimana ditentukan oleh FSC pada tahun 2019.

Baca juga: Korindo Klaim Telah Bayar Kompensasi Tanah Ulayat di Papua sejak 2011

Dewan meminta update progresnya untuk memastikan prosesnya kredibel, terikat waktu, dan diverifikasi secara independen, dan kemajuan yang terlihat terhadap komitmen Korindo.

Namun, FSC dan Korindo tidak dapat menyepakati prosedur untuk menerapkan verifikasi independen atas progres tersebut.

Hal ini menyebabkan keterlambatan kemampuan FSC untuk memverifikasi dan melaporkan kemajuan Korindo terhadap kondisi ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini telah menjadi situasi yang tidak dapat dipertahankan bagi FSC bahwa kami tidak dapat memverifikasi peningkatan kinerja sosial dan lingkungan Korindo terhadap kondisi awal yang disepakati. Inilah mengapa Dewan memutuskan untuk memisahkan diri," kata Kim Carstensen, Direktur Jenderal Internasional FSC, dikutip pada Jumat (16/7/2021).

"Kami percaya ini akan memberi kami kejelasan dan angin segar, sementara Korindo terus berupaya meningkatkan kinerja sosial dan lingkungan," imbuh dia.

Baca juga: Korindo Group Klaim Telah Moratorium Pembukaan Lahan sejak 2017

Kasus ini bermula pada tahun 2017, ketika Mighty Earth mengajukan kebijakan pengaduan asosiasi ke FSC, dengan tuduhan keterlibatan Korindo dalam deforestasi, pelanggaran hak asasi manusia, dan perusakan nilai konservasi tinggi dalam operasi kehutanannya di Indonesia.

FSC mengakui komitmen Korindo untuk memenuhi persyaratan awal yang ditetapkan oleh FSC untuk memastikan peningkatan manfaat hutan tempat mereka beroperasi dan masyarakat yang bergantung padanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.