Soal Operasional Transjakarta, Serikat Pekerja: Pak Anies Tolong Pak...

Kompas.com - 29/07/2021, 10:33 WIB
Sebuah bus TransJakarta melintas saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Petugas akan memberikan akses untuk melintas di titik penyekatan PPKM Darurat di 63 titik di wilayah Jadetabek yang berlaku dari 3 - 20 Juli 2021 hanya yang masuk kategori sektor-sektor esensial. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATSebuah bus TransJakarta melintas saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Petugas akan memberikan akses untuk melintas di titik penyekatan PPKM Darurat di 63 titik di wilayah Jadetabek yang berlaku dari 3 - 20 Juli 2021 hanya yang masuk kategori sektor-sektor esensial. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com – Serikat pekerja Tranjakarta meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk turun tangan dalam menyikapi operasional TransJakarta yang berdampak pada tingginya jumlah pekerja Transjakarta yang terpapar Covid-19.

Bahkan hingga kini sudah 14 orang yang meninggal akibat terpapar Covid-19.

Ketua Serikat Pekerja Dirgantara Transportasi (SPDT) FSPMI PT TransJakarta Indra Kurniawan mengatakan, dari hasil perundingan manajemen beberapa waktu lalu dengan Dinas Perhubungan DKI, tidak mendapatkan solusi yang diharapkan.

Baca juga: Sebut 20 Karyawan TransJakarta Meninggal Terpapar Covid, KSPI Minta Anies Baswedan Turun Tangan

Dia menyebutkan, tiga direkasi termasuk Dirut Tranjakarta sudah langsung melobi Dishub DKI untuk penurunan operasional ditolak mentah-mentah dengan alasan, Transjakarta adalah moda transportasi yang barometernya adalah masyarakat di Jakarta karena di Jakarta tidak ada angkot.

Oleh sebab itu dia memohon agar Anies Baswedan untuk bisa menolong para pekerja Tranjakarta agar tidak semakin banyak lagi korban hingga meninggal akibat terpapar Covid-19.

“Pak Anies tolong pak, kita dari serikat pekerja dan manajemen sudah minta untuk stop operasional (mengurangi jam operasional) tapi ditolak oleh Dishub,” ujar Indra dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (28/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Indra memaparkan, pengurangan jam operasional sangat tepat saat ini, selain untuk mengurangi tingkat penyebaran Covid-19 di lingkungan pekerja Transjakarta, di sisi lain dengan adanya pembatasan mobilitas hanya sedikit orang yang menggunakan Transjakarta saat ini.

“Bus Tranjakarta kebanyakan ngangkut angin dan debu, dari ujung ke ujung paling banyak 5-7 penumpang, artinya saat PPKL level 4 ini hanya orang tertentu saja yang punya STRP yang bisa menggunakan Transjakarta,” ujar dia.

Baca juga: TransJakarta: Setahu Kita Jumlahnya Itu Bukan 20 Orang yang Meninggal, tetapi 14 Orang...



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.