Harga Emas Dunia Turun Tipis Usai The Fed Rilis Risalah Pertemuan Maret

Kompas.com - 07/04/2022, 10:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga emas dunia melanjutkan pelemahan dengan turun tipis akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) usai Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) merilis risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Maret.

Mengutip CNBC, Kamis (7/4/2022), harga emas di pasar spot sedikit berubah ke level 1.923.50 dollar AS per troy ounce. Sementara harga emas berjangka Comex New York Exchange turun 0,2 persen ke level 1.923,10 dollar AS per troy ounce.

Baca juga: IHSG dan Rupiah Melaju di Zona Merah Pagi Ini

Rilis risalah pertemuan FOMC yang keluar pada Rabu kemarin, menyebutkan The Fed akan mulai mengurangi neraca keuangan atau balance sheet mereka hingga 95 miliar dollar AS sebulan. Kebijakan tersebut akan dimulai Mei 2022 mendatang.

Risalah tersebut juga mengindikasikan akan ada kenaikan suku bunga acuan AS sebesar 50 basis poin (bps) pada pertemuan FOMC 15-16 Mei mendatang.

"Sebenarnya tidak ada kejutan besar pada menit-menit rilis risalah The Fed itu. Penurunan harga emas pun menjadi terbatas, karena pasar sudah berekspektasi akan kenaikan 50 bps itu," kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Bob Haberkorn.

The Fed sudah menaikkan suku bunga 25 bps pada Maret lalu ke kisaran 0,25 persen dan 0,50 persen, yanng sekaligus menjadi menjadi kenaikan pertama dalam tiga tahun terakhir.

Baca juga: Rencana Pengetatan Moneter oleh The Fed Dorong Pelemahan Wall Street

Kenaikan suku bunga membuat imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) melonjak. Selain itu, nilai mata uang dollar AS juga sempat melonjak ke level tertinggi hampir dua tahun.

Kondisi tersebut tidak menguntungkan untuk emas, sebab meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang memang tidak memberikan imbal hasil.

Meski demikian, Analis Pasar Senior di Oanda, Craig Erlam mengatakan, masih ada banyak faktor yang dapat mendorong harga emas. Di antaranya perang Rusia-Ukraina dan tingginya inflasi.

“Masih ada beberapa hal yang bisa memicu reli emas lainnya. Inflasi terus meningkat melampaui ekspektasi saat ini, kolapsnya pembicaraan Rusia-Ukraina, atau resesi ekonomi,” kata Erlam.

Baca juga: The Fed Berencana Kurangi Kepemilikan Obligasi Besar-besaran pada Mei 2022

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.