Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bank Mandiri dan Pos Indonesia Resmikan Kerja Sama Lintas Keagenan

Kompas.com - 06/05/2022, 09:30 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Mandiri berkerja sama dengan Pos Indonesia meresmikan kerja sama bisnis model lintas keagenan antara Mandiri Agen yang merupakan mitra usaha Bank Mandiri dan Agen Pos mitra usaha Pos Indonesia.

Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan inklusivitas layanan keuangan dan layanan kurir.

SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso mengatakan, Bank Mandiri saat ini telah didukung lebih dari 100.000 jaringan Mandiri Agen yang tersebar di seluruh Indonesia dan siap memberikan berbagai layanan keuangan kepada masyarakat.

"Begitu pun Pos Indonesia yang telah memiliki jaringan layanan kantor Pos dan Agen Pos yang representatif di seluruh Indonesia. Dengan kerja sama ini, ada potensi jaringan layanan agen dapat tumbuh berkembang bersama-sama,” ujar Josephus dalam keterangan resmi, Kamis (5/4/2022).

Baca juga: Tiga Mekanisme Pencairan BLT Pangan April 2022, Termasuk BLT Minyak Goreng: Melalui PT Pos, di Bank Himbara, dan TNI/Polri

Ia optimis, sinergi ini dapat memberikan nilai tambah dan kemudahan bagi para mitra usaha Bank Mandiri dan Pos Indonesia untuk mengembangkan usahanya.

Di sisi lain, ia menyebut ini adalah upaya peningkatan dan pemerataan akses masyarakat terhadap produk layanan keuangan dan layanan jasa kurir di Indonesia.

“Kerja sama ini sangat menguntungkan bagi berbagai pihak, terutama untuk Mandiri Agen dan Agen Pos, di mana Mandiri Agen yang memberikan layanan keuangan seperti pembukaan rekening dan transaksi tarik setor tunai nantinya juga bisa menjadi Agen Pos yang memberikan layanan jasa kurir seperti pengiriman paket baik domestik maupun internasional dan begitu pun sebaliknya. Tentunya ini dapat menambah penghasilan para agen dan membantu pengembangan usahanya,” ungkapnya.

Baca juga: Subsidi Upah Pekerja Bergaji di Bawah Rp 3,5 Juta Gagal Cair Sebelum Lebaran, Ini Janji Menaker Ida di Hari Buruh

Kerja sama antara dua BUMN ini dalam bentuk pemanfaatan jaringan masing-masing agen untuk memberikan layanan keuangan dan layanan kurir yang inklusif.

Ia menjabarkan, kolaborasi juga untuk meningkatkan kemudahan operasional agen dan konsumen dalam mengakses layanan keuangan dan layanan kurir serta kolaborasi paket produk (product bundling) dalam rangka pemberdayaan masyarakat terutama UMKM.

Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choiriana mengatakan, kerja sama antara Pos Indonesia dan Bank Mandiri sejalan dengan transformasi bisnis yang sedang dilakukan PT Pos Indonesia.

Menurut penuturan dia, kolaborasi ini bukti konkret dukungan Pos Indonesia kepada pelaku UMKM, dalam upaya peningkatan dan pemerataan akses masyarakat terhadap produk layanan keuangan dan kurir.

“Melalui kerja sama ini, jaringan cross agent dua BUMN akan semakin luas dan masif. Di sisi lain, akses masyarakat terhadap layanan keuangan dan kurir semakin mudah. Tentu ini akan memudahkan masyarakat terutama pelaku UMKM lebih maju dan berkembang,” jelasnya.

Ia bilang, cross agent ini menawarkan layanan one stop service. Nantinya, Cross Agent akan dapat melayani transaksi perbankan juga dapat melakukan kegiatan kurir dan logistik.

Berdasarkan catatannya, saat ini PT Pos Indonesia memiliki jaringan lebih dari 4.800 kantor, 8.891 Agen Pos, serta puluhan ribu agen yang terhubung dengan berbagai layanan Pos Indonesia. Pos Indonesia juga memiliki jangkauan ke ratusan negara di dunia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

AHY Bakal Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor

AHY Bakal Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor

Whats New
Rupiah Anjlok, Airlangga Sebut Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Rupiah Anjlok, Airlangga Sebut Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Whats New
Aktivitas Gunung Ruang Turun, Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Normal

Aktivitas Gunung Ruang Turun, Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Normal

Whats New
Survei BI: Kegiatan Usaha di Kuartal I-2024 Menguat, Didorong Pemilu dan Ramadhan

Survei BI: Kegiatan Usaha di Kuartal I-2024 Menguat, Didorong Pemilu dan Ramadhan

Whats New
Strategi BCA Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi yang Masih Berlangung

Strategi BCA Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi yang Masih Berlangung

Whats New
Bandara Panua Pohuwato Diresmikan Jokowi, Menhub: Dorong Ekonomi Daerah

Bandara Panua Pohuwato Diresmikan Jokowi, Menhub: Dorong Ekonomi Daerah

Whats New
Tren Pelemahan Rupiah, Bos BCA Sebut Tak Ada Aksi Jual Beli Dollar AS yang Mencolok

Tren Pelemahan Rupiah, Bos BCA Sebut Tak Ada Aksi Jual Beli Dollar AS yang Mencolok

Whats New
Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Whats New
Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Whats New
Menko Airlangga: Putusan Sengketa Sudah Berjalan Baik, Kita Tidak Perlu Bicara Pilpres Lagi...

Menko Airlangga: Putusan Sengketa Sudah Berjalan Baik, Kita Tidak Perlu Bicara Pilpres Lagi...

Whats New
Paylater BCA Punya 89.000 Nasabah sampai Kuartal I-2024

Paylater BCA Punya 89.000 Nasabah sampai Kuartal I-2024

Whats New
Hadapi Tantangan Bisnis, Bank DKI Terus Kembangkan Produk Digital

Hadapi Tantangan Bisnis, Bank DKI Terus Kembangkan Produk Digital

Whats New
Kemendag Mulai Lakukan Evaluasi Rencana Kenaikan Harga MinyaKita

Kemendag Mulai Lakukan Evaluasi Rencana Kenaikan Harga MinyaKita

Whats New
Simak Daftar 10 'Smart City' Teratas di Dunia

Simak Daftar 10 "Smart City" Teratas di Dunia

Whats New
Kuartal I-2024, Laba Bersih BCA Naik 11,7 Persen Jadi Rp 12,9 Triliun

Kuartal I-2024, Laba Bersih BCA Naik 11,7 Persen Jadi Rp 12,9 Triliun

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com