Erick Thohir Tegaskan Tak Pernah Bahas Rencana Kenaikan Daya Listrik 450 VA

Kompas.com - 22/09/2022, 12:08 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan pihaknya tidak pernah melakukan pembahasan terkait dengan kenaikan daya listrik dari 450 VA menjadi 900 VA.

"Kami juga bertanya-tanya (mengenai isu rencana kenaikan daya listrik dari 450 VA menjadi 900 VA. Karena kami tidak pernah membahas tentang hal ini," kata Erick dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI di DPR RI Rabu (21/9/2022).

Mantan Presiden Inter Milan ini juga mengatakan, pihaknya terus mendorong keberpihakan PT PLN kepada masyarakat yang membutuhkan. Konsepnya adalah, bagaimana listrik bisa tersambung ke desa, serta meningkatkan mutu dan kualitas layanan PLN.

Baca juga: Mendag Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Daya Listrik 450 VA Menjadi 900 VA

"Keberpihakan PLN kepada masyarakat yang membutuhkan diprioritaskan. Ini mengapa saat ada isu kenaikan daya 450 VA kami juga mempertanyakan. Kami juga yakin Komisi VI tidak mungkin mendorong perbaikan PLN secara menyeluruh tapi mengurangi pelayanan dari masyarakat," lanjutnya.

Erick Thohir menambahkan, rencana kenaikan daya listrik dari 450 VA ke 900 VA juga sudah dibantah oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sehingga tidak ada strategi apapun yang perlu dilakukan.

"Jadi penghapusan daya 450 VA ini tidak ada strateginya sama sekali. Kita jalani konteksnya, dengan perbaikan layanan, begitupun Presiden yang mengumumkan tidak ada penghapusan daya 450 VA," jelas dia.

Baca juga: Jokowi Tegaskan Tak Ada Penghapusan Daya 450 VA atau Pengalihan Pelanggan ke 900 VA

Erick juga memastikan alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 10 triliun kepada PLN adalah untuk memberikan pemerataan listrik kepada masyarakat tertinggal. Hal ini mengingat listrik sudah menjadi kebutuhan, tidak hanya industri saja tapi juga mendukung digitalisasi dan kesejahteraan.

"Jadi kalau di perkotaan masyarakat mendapat akses yang lebih, industri juga mendapat akses. Tentu masyarakat di desa juga dipastikan mendapat akses, apalagi juga didukung digitalisasi," ungkap Erick.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) menjelaskan bahwa usulan pengalihan pelanggan listrik rumah tangga 450 VA menjadi 900 VA masih membutuhkan kejian lebih lanjut.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Agung Pribadi mengatakan, rencana migrasi 450 VA ke 900 VA didasari keinginan agar subsidi listrik diberikan lebih tepat sasaran.

“Usulan pengalihan tersebut masih memerlukan kajian dan pembahasan yang lebih detail termasuk analisis cost and benefit sehingga harus dipastikan rencana tersebut tidak memberatkan pelanggan yang menjadi sasaran,” kata Agung dalam siaran pers, Rabu (14/9/2022).

Maraknya pemberitaan pengalihan pelanggan rumah tangga 450 VA menjadi 900 VA pertama kali muncul dalam Rapat Kerja Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengenai Asumsi Dasar, Pendapatan, Defisit dan Pembiayaan Dalam Rangka Pembahasan RUU APBN TA 2023 yang berlangsung Senin (12/09/2022) lalu.

“Pada prinsipnya alokasi subsidi listrik tahun 2023 tidak ada pengurangan, hanya DPR menginginkan agar ada pengendalian subsidi listrik melalui pemberian subsidi yang lebih tepat sasaran,” tambah dia.

Baca juga: Soal Usulan Penghapusan Daya Listrik 450 VA, Ini Penjelasan Ketua Banggar DPR

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sektor Teknologi Ambles, IHSG Ditutup Melemah 0,58 Persen

Sektor Teknologi Ambles, IHSG Ditutup Melemah 0,58 Persen

Whats New
Terbesar Sepanjang Sejarah, Korban KSP Indosurya 23.000 Orang dengan Kerugian Rp 106 Triliun

Terbesar Sepanjang Sejarah, Korban KSP Indosurya 23.000 Orang dengan Kerugian Rp 106 Triliun

Whats New
Tingkatkan Kapasitas Terminal Penumpang di Bandara Kualanamu, PT Angkasa Pura II Gencarkan Program ICA

Tingkatkan Kapasitas Terminal Penumpang di Bandara Kualanamu, PT Angkasa Pura II Gencarkan Program ICA

Rilis
Kemenkes Rilis Portal Update Data Nakes secara Mandiri, Klik nakes.kemkes.go.id

Kemenkes Rilis Portal Update Data Nakes secara Mandiri, Klik nakes.kemkes.go.id

Whats New
Stafsus Erick Thohir: PMN Rp 41,3 Triliun Bukan untuk Perusahaan Rugi

Stafsus Erick Thohir: PMN Rp 41,3 Triliun Bukan untuk Perusahaan Rugi

Whats New
Kementerian PUPR Targetkan Bendungan Ciawi Rampung Akhir 2022

Kementerian PUPR Targetkan Bendungan Ciawi Rampung Akhir 2022

Whats New
Sistem 'Pay Later' Berkembang Pesat, Literasi Keuangan Harus Ditingkatkan

Sistem "Pay Later" Berkembang Pesat, Literasi Keuangan Harus Ditingkatkan

Whats New
Konversi Kompor Elpiji ke Listrik Batal, Bagaimana Nasib Warga yang Sudah Terima Produk Uji Coba?

Konversi Kompor Elpiji ke Listrik Batal, Bagaimana Nasib Warga yang Sudah Terima Produk Uji Coba?

Whats New
Pemerintah Kaji Kenaikan Harga Rumah Subsidi

Pemerintah Kaji Kenaikan Harga Rumah Subsidi

Whats New
Ekonomi Membaik dan Ada Intervensi BI, Rupiah Diprediksi Segera Menguat

Ekonomi Membaik dan Ada Intervensi BI, Rupiah Diprediksi Segera Menguat

Whats New
Ini Syarat Bagi PNS Ingin Ajukan Cuti di Luar Tanggungan Negara

Ini Syarat Bagi PNS Ingin Ajukan Cuti di Luar Tanggungan Negara

Whats New
OJK Tetapkan Bunga Maksimum Pinjaman Konsumtif 'Fintech Lending' 0,4 Persen Per Hari untuk Tenor Pendek

OJK Tetapkan Bunga Maksimum Pinjaman Konsumtif "Fintech Lending" 0,4 Persen Per Hari untuk Tenor Pendek

Whats New
Biaya Admin BCA Xpresi, Setoran Awal, Bunga, dan Syarat Buka Rekening

Biaya Admin BCA Xpresi, Setoran Awal, Bunga, dan Syarat Buka Rekening

Spend Smart
Hong Kong Tarik Peredaran Mie Sedaap, Wings Group Indonesia: Tidak Ada Penggunaan Etilen Oksida

Hong Kong Tarik Peredaran Mie Sedaap, Wings Group Indonesia: Tidak Ada Penggunaan Etilen Oksida

Whats New
Diprediksi Masih Belum Akan Stabil, Simak Harga Pangan Hari Ini

Diprediksi Masih Belum Akan Stabil, Simak Harga Pangan Hari Ini

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.