Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ke Afrika, Luhut Jajaki Impor 50.000 Ekor Sapi dan 300.000 Ton Kedelai

Kompas.com - 12/07/2023, 16:40 WIB
Ade Miranti Karunia,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, melakukan kunjungan kerja ke Johannesburg, Afrika Selatan, Rabu (12/7/2023).

Selama pertemuan tersebut Luhut, bersama dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa dan anggota kunci kabinet Afrika Selatan membahas hal-hal penting terkait perdagangan, investasi, dan kerja sama pertanian.

"Pertemuan ini memberikan platform untuk diskusi yang produktif, dengan kedua belah pihak berharap akan dilakukan penandatanganan kesepakatan mengenai impor sapi dan kedelai. Kesepakatan ini juga diharapkan dapat diselesaikan dan ditandatangani menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo saat KTT BRICS pada bulan Agustus tahun ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (12/7/2023).

Baca juga: Luhut Ungkap Ada Harta Karun Migas di Papua

Menurutnya, kerja sama pertanian memiliki potensi yang besar antara kedua negara. Sebagai langkah awal, Indonesia sedang menjajaki kemungkinan impor 50.000 ekor sapi dan 300.000 ton kedelai dari Afrika Selatan, dengan tujuan memperkuat dan memperluas perdagangan bilateral di sektor pertanian.

"Hal ini mutlak dilakukan mengingat harga daging sapi yang semakin meningkat serta outlook dari Kementerian Pertanian mencatat kami masih membutuhkan 40 persen komoditas tersebut. Selain itu, kebutuhan 3 juta ton kedelai di dalam negeri juga harus dipenuhi. Inilah upaya kami menyiasati tingginya kebutuhan akan kedua komoditas itu," jelas Luhut.

Selain itu, Luhut yang didampingi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo membahas mengenai peluang pasokan listrik ke Afrika Selatan menggunakan gas dari kontraksi Indonesia di Mozambik.

Baca juga: Luhut Sebut Pemerintah Bakal Setop Ekspor Gas

"Selain itu kami juga tengah menjalin relasi antara BUMN dengan pengusaha di Afrika Selatan yang fokus kepada pertambangan mineral kendaraan listrik, perdagangan B2B, keamanan energi minyak dan gas, hingga perubahan iklim," tuturnya.

Mantan Menko Polhukam in bilang, kunjungannha ke Afrika Selatan tersebut didasari semangat Bandung tahun 1955 yang berkontribusi pada dekolonisasi Afrika Selatan.

"Hal ini, ditambah dengan niat untuk berbagi pengalaman kami dalam pengolahan mineral dan visi kami untuk menciptakan ekosistem industri yang kompetitif untuk baterai lithium dan kendaraan listrik, menekankan komitmen kami terhadap masa depan yang cerah dalam kerja sama ekonomi yang kuat dan pertumbuhan saling menguntungkan," pungkas Luhut.

Baca juga: IMF Bujuk RI Cabut Larangan Ekspor Nikel, Luhut: Ngapain Kami Tolong Negara Maju

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com