Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Buka Kantor Baru, Sucofindo Sasar Pasar Perusahaan Tambang di Sulteng

Kompas.com - 22/05/2024, 19:24 WIB
Aprillia Ika

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - BUMN jasa inspeksi PT Sucofindo membuka kantor cabang di Kendari, Sulawesi Utara pada Selasa (21/5/2024). Diharapkan hadirnya kantor cabang ini dapat mengggaet pasar layanan Testing, Inspection, Certification (TIC) di daerah tersebut.

Pj Gubernur Sulawesi Tenggara Andap Budhi Revianto berharap, dibukanya kantor baru Sucofindo inj dapat mendukung pembangunan ekonomi Sulawesi Tenggara dan mewujudkan menjadi bagian Indonesia Emas 2045, melalui layanan Testing, Inspection, Certification (TIC).

“Potensi Sulawesi Tenggara utamanya adalah di bidang pertambangan, pertanianperkebunan, perikanan, pariwisata dan lainnya," kata Andap, saat meresmikan kantor baru tersebut, Selasa (21/5/2024).

"Oleh karena itu, peran Sucofindo dibutuhkan untuk membantu meningkatkan daya saing pelaku usaha di wilayah Kendari, meningkatkan ekonomi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Selain itu, Andap berharap pembukaan kantor baru ini juga membuka lapangan kerja di Sulteng. "Serta, membuka kesempatan kepada penyandang disabilitas dari putra-putri Sulawesi Tenggara," katanya.

Baca juga: Kunjungan ke Sulteng, Jokowi Apresiasi Gebrakan Mentan Amran Lakukan Percepatan Tanam Padi

Merespons permintaan tersebut, Direktur Utama Sucofindo Jobi Triananda mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung Sulawesi Tenggara secara luas, dan khususnya Kota Kendari untuk mewujudkan wilayah yang berdaya saing melalui layanan Testing, Inspection, Certification (TIC), yang didukung dengan SDM (Sumber Daya Manusia) dari putra-putri Sulawesi Tenggara.

Selain itu, kata Jobi melalui layanan TIC, Sucofindo mampu memberikan jaminan terhadap pelaku usaha dan pemerintah setempat dalam menjaga kualitas, dengan memperhatikan keselamatan, kesehatan, keamanan dan keberlanjutan lingkungan.

"Kami berharap layanan kami mampu mendukung Pendapatan Asli Daerah dan penerimaan pajak,” kata Jobi.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Malut dan Sulteng Melesat, Pemerintah: Berkat Hilirisasi Jokowi

Kepala Sucofindo Cabang Kendari Deddy Sarmanto menambahkan bahwa saat ini Cabang Kendari dilengkapi dengan satu kantor layanan Morowali.

“Tidak hanya berfokus kepada layanan pertambangan, Sucofindo Cabang Kendari dan Kantor Layanan Morowali mampu mengoptimalisasikan melalui layanan laboratorium lingkungan, dan ini menjadi laboratorium lingkungan satu-satunya di Kendari,” kata Deddy.

Sebagai tambahan informasi, PT Sucofindo, bagian holding BUMN Jasa Survei (ID Survey), membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 65,1 persen sepanjang 2022 dibanding 2021.

Hal ini berdasarkan laporan Keuangan Tahun Buku 2022 yang disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Tahun Buku 2022 pada Kamis (13/7/2023).

Selain pertumbuhan laba bersih, Sucofindo juga mencatatkan pencapaian pendapatan sebesar Rp 2,9 triliun pada 2022, atau tumbuh sebesar 8,6 persen dibandingkan tahun 2021.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

P2MI: Masyarakat Jangan Lagi Termakan Pesan Berantai soal Daftar Makanan dan Bumbu Masak Tidak Halal

P2MI: Masyarakat Jangan Lagi Termakan Pesan Berantai soal Daftar Makanan dan Bumbu Masak Tidak Halal

Whats New
Strategi Pupuk Indonesia Tingkatkan Penyerapan Pupuk Bersubsidi

Strategi Pupuk Indonesia Tingkatkan Penyerapan Pupuk Bersubsidi

Whats New
PYFA Resmi Akuisisi 100 Persen Saham Perusahaan Farmasi Australia

PYFA Resmi Akuisisi 100 Persen Saham Perusahaan Farmasi Australia

Whats New
Waspada, Ini 15 Ciri-ciri Atasan Pelaku 'Micromanagement'

Waspada, Ini 15 Ciri-ciri Atasan Pelaku "Micromanagement"

Work Smart
Gandeng Baznas, Mitratel Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terluar Indonesia

Gandeng Baznas, Mitratel Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terluar Indonesia

Whats New
Pemerintah Bangun Pipa Gas Bumi Cirebon-Semarang II Senilai Rp 3 Triliun

Pemerintah Bangun Pipa Gas Bumi Cirebon-Semarang II Senilai Rp 3 Triliun

Whats New
Rupiah Melemah Lagi di Atas 16.400, Simak Kurs Dollar AS di 5 Bank Besar Indonesia

Rupiah Melemah Lagi di Atas 16.400, Simak Kurs Dollar AS di 5 Bank Besar Indonesia

Whats New
Bea Cukai Tahan Ribuan Kontainer, ERP Jadi Solusi Tepat bagi Importir

Bea Cukai Tahan Ribuan Kontainer, ERP Jadi Solusi Tepat bagi Importir

Whats New
PLN IP Pakai Limbah Uang Kertas Jadi Bahan Bakar PLTU Bengkayang

PLN IP Pakai Limbah Uang Kertas Jadi Bahan Bakar PLTU Bengkayang

Whats New
Ini 5 Bandara dengan Trafik Tertinggi Saat Penerbangan Haji 2024

Ini 5 Bandara dengan Trafik Tertinggi Saat Penerbangan Haji 2024

Whats New
Bos Pupuk: 56 Persen Petani yang Terdaftar di e-RDKK Belum Menebus Pupuk Subsidi

Bos Pupuk: 56 Persen Petani yang Terdaftar di e-RDKK Belum Menebus Pupuk Subsidi

Whats New
Satu Data Perkebunan, Strategi Kunci Capai Perkebunan yang Berkelanjutan

Satu Data Perkebunan, Strategi Kunci Capai Perkebunan yang Berkelanjutan

Whats New
Usai Cetak Rekor 'Marketing Sales' pada 2023, CTRA Bakal Tebar Dividen Rp 389 Miliar

Usai Cetak Rekor "Marketing Sales" pada 2023, CTRA Bakal Tebar Dividen Rp 389 Miliar

Whats New
Nasib OVO Setelah Superbank Masuk ke Ekosistem Grab

Nasib OVO Setelah Superbank Masuk ke Ekosistem Grab

Whats New
IHSG Menguat di Awal Sesi, Rupiah Koreksi

IHSG Menguat di Awal Sesi, Rupiah Koreksi

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com