Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bos Garuda Bersikukuh Minta Kemenhub Revisi TBA Tiket Pesawat

Kompas.com - 23/05/2024, 09:00 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tetap meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merevisi ke atas tarif batas atas (TBA) tiket pesawat. Meski Kemenhub telah memastikan revisi tak akan dilakukan dalam waktu dekat.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengaskan, revisi aturan TBA tetap harus dilakukan mengingat besaran TBA belum juga berubah sejak 2019.

Sementara, komponen biaya operasional maskapai terus bertambah setiap tahunnya baik dari sisi bahan bakar avtur, sewa pesawat, hingga biaya perawatan armada.

"Iya (bakal terus diupayakan), walaupun kita tahu bahwa enggak mudah. Tapi kita kan sampaikan kondisi real saja gitu kan bahwa semuanya naik," ujarnya setelah konferensi pers RUPST 2023 di Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Rabu (22/5/2024).

Baca juga: Kemenhub Sebut Kenaikan TBA Tiket Pesawat Tunggu Momen yang Tepat

Kendati demikian dia mengakui kenaikan TBA tiket pesawat bakal menuai protes dari masyarakat, mengingat selama empat tahun TBA tidak berubah pun masyarakat kerap mengeluhkan harga tiket pesawat mahal bahkan membandingkan harga tiket penerbangan domestik dengan internasional.

Namun menurutnya, pesawat bukan merupakan moda transportasi utama masyarakat. Pesawat hanya digunakan oleh kalangan tertentu dan untuk kepentingan tertentu.

Sementara maskapai tidak mungkin mengurangi biaya operasionalnya yang terus naik tanpa menaikan harga tiket pesawat.

Baca juga: Garuda Indonesia Pastikan Harga Tiket Pesawat Tak Langgar TBA Selama Mudik Lebaran 2024

 

Dia yakin Kemenhub selaku regulator paham betul kondisi maskapai dalam negeri saat ini.

"Enggak semua orang perlu dan bisa naik pesawat kan. Jadi tolong dipahami kita ini ongkosnya mahal sekali. 30 persen dari cost biaya kita tuh avtur, 30 persen sewa, 20-30 persen maintenance," jelasnya.

"Mau dibikin maintenance 0? Bisa, tapi setiap terbang lillahi ta'ala. Kita kan mesti mastiin keamanan dan keselamatan kan. Kalau ada kerusakan pesawat enggak bisa jalan, sedangkan pesawat mesti terbang," sambungnya.

Baca juga: Ditanya soal Iuran Pariwisata via Tiket Pesawat, Kemenhub: Kami Fokus Atur TBA dan TBB

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com