Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Soal Jiwasraya, Pemerintah Diminta Siapkan Langkah Ini

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) kini ditangani oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Pihak Kejagung pun telah melakukan pemeriksaan dan pencekalan kepada sejumlah pihak.

Esok, Rabu (8/1/2020), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga akan memberikan keterangan mengenai kasus Jiwasraya.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menyatakan, pemerintah dapat menggunakan hasil proses hukum yang berjalan di Kejagung untuk mengambil kebijakan selanjutnya.

"Dengan memanfaatkan hasil proses hukum di Kejagung pemerintah bisa lebih aman mengambil kebijakan," kata Piter ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (7/1/2020).

Selain itu, imbuh Piter, hasil proses hukum di Kejagung pun dapat mengklarifikasi tentang siapa sebenarnya yang bersalah yang menyebabkan kerugian Jiwasraya.

Piter mengungkapkan, pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN dan Jiwasraya disarankan memiliki langkah-langkah strategis yang bersifat jangka pendek dalam rangka menyehatkan keuangan perusahaan asuransi itu.

Sebab, menurutnya persoalan Jiwasraya diperkirakan jauh lebih besar dari yang nampak saat ini. Dengan kerugian yang sangat besar, maka kewajiban yang harus diselesaikan segera kepada nasabah juga begitu besar.

"Kebutuhan likuiditas Jiwasraya dalam pengamatan saya begitu besar dan harus dipenuhi dalam jangka pendek. Sementara langkah-langkah yang disiapkan pemerintah selain terbatas juga memerlukan waktu yang lebih panjang," ungkap Piter.

Sebagai informasi, Kejagung telah mencekal 10 orang yang terkait dengan kasus Jiwasraya

Ini termasuk dua orang pelaku pasar modal yakni Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro, serta dua orang direksi lama Jiwasraya yakni mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim dan mantan Direktur Hary Prasetyo.

https://money.kompas.com/read/2020/01/07/183039626/soal-jiwasraya-pemerintah-diminta-siapkan-langkah-ini

Terkini Lainnya

Cara Kirim Paket Barang lewat Ekspedisi dengan Aman untuk Pemula

Cara Kirim Paket Barang lewat Ekspedisi dengan Aman untuk Pemula

Whats New
Cara Top Up DANA Pakai Virtual Account BRI

Cara Top Up DANA Pakai Virtual Account BRI

Spend Smart
Cek Daftar Pinjol Resmi yang Berizin OJK Mei 2024

Cek Daftar Pinjol Resmi yang Berizin OJK Mei 2024

Whats New
Penyaluran Avtur Khusus Penerbangan Haji 2024 Diproyeksi Mencapai 100.000 KL

Penyaluran Avtur Khusus Penerbangan Haji 2024 Diproyeksi Mencapai 100.000 KL

Whats New
Pemilik Kapal Apresiasi Upaya Kemenhub Evakuasi MV Layar Anggun 8 yang Terbakar

Pemilik Kapal Apresiasi Upaya Kemenhub Evakuasi MV Layar Anggun 8 yang Terbakar

Whats New
Langkah AJB Bumiputera 1912 Setelah Revisi Rencana Penyehatan Keuangan

Langkah AJB Bumiputera 1912 Setelah Revisi Rencana Penyehatan Keuangan

Whats New
KKP dan Polri Gagalkan Penyelundupan 125.684 Benih Bening Lobster di Jambi

KKP dan Polri Gagalkan Penyelundupan 125.684 Benih Bening Lobster di Jambi

Whats New
Sulbar akan Jadi Penyuplai Produk Pangan untuk IKN, Kementan Beri Benih Gratis

Sulbar akan Jadi Penyuplai Produk Pangan untuk IKN, Kementan Beri Benih Gratis

Whats New
Emiten Tambang Samindo Resources Catatkan Kenaikan Pendapatan 33,5 Persen Per Kuartal I-2024

Emiten Tambang Samindo Resources Catatkan Kenaikan Pendapatan 33,5 Persen Per Kuartal I-2024

Whats New
OJK Sebut Klaim Asuransi Kesehatan Lebih Tinggi dari Premi yang Diterima Perusahaan

OJK Sebut Klaim Asuransi Kesehatan Lebih Tinggi dari Premi yang Diterima Perusahaan

Whats New
SKK Migas dan Mubadala Energy Temukan 2 TFC Potensi Gas di Blok South Andaman

SKK Migas dan Mubadala Energy Temukan 2 TFC Potensi Gas di Blok South Andaman

Whats New
Perkuat Bisnis di RI, Perusahaan Pemurni Air Korea Dapat Sertifikat Halal BPJPH

Perkuat Bisnis di RI, Perusahaan Pemurni Air Korea Dapat Sertifikat Halal BPJPH

Whats New
Upaya Kemenparekraf Jaring Wisatawan Asing di Korea Selatan

Upaya Kemenparekraf Jaring Wisatawan Asing di Korea Selatan

Whats New
Libur 'Long Weekend', 2 Lintasan Utama ASDP Layani 26.122 Orang dan 125.950 Unit Kendaraan

Libur "Long Weekend", 2 Lintasan Utama ASDP Layani 26.122 Orang dan 125.950 Unit Kendaraan

Whats New
Soroti Kecelakan Bus Pariwisata di Subang, Menparekraf: Kita Butuh Manajemen Krisis yang Efektif

Soroti Kecelakan Bus Pariwisata di Subang, Menparekraf: Kita Butuh Manajemen Krisis yang Efektif

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke