Mengutip dari CNBC, Jumat (9/1/2020), AS akan segera mengirim orang untuk melakukan pembahasan dengan China usai menyelesaikan kesepakatan fase pertama beberapa waktu lalu.
Kendati demikian, Trump mengatakan pembahasan ini akan cukup memakan waktu.
"Saya pikir, saya ingin menunggu penyelesaiaan pembahasan sampai pemilu. Dengan demikian saya pikir, kita akan mampu membuat kesepakatan yang lebih baik," ujarnya seperti dilansir dari CNBC.
Meskipun Trump sering sekali mendorong penyelesaiaan tensi antar kedua negara, ini bukan pertama kali ia mengisyaratkan bahwa kesepakatan baru bisa diselesaikan pasca-pilpres AS.
Menurut Trump, tensi perang dagang dapat mengancam pelaku usaha dan petani di AS yang berkegantungan dengan pasar China.
Bahkan, sampai saat ini Trump telah menggelontorkan uang sebesar 28 miliar dollar AS untuk memberikan insentif bagi para petani.
Sebagai informasi, AS dan China berencana menandatangani kesepakatan perdagangan fase pertama pada tanggal 15 Januari mendatang.
Kesepakatan ini meliputi pengurangan tarif, mewajibkan China untuk meningkatkan pembelian produk pertanian AS, dan perubahan peraturan kekayaan intelektual dan teknologi.
Rencananya, Wakil Perdana Menteri China Liu He yang juga kepala tim negosiasi China akan datang langsung ke Washington untuk menandatangani kesepakatan tersebut.
https://money.kompas.com/read/2020/01/10/150451326/trump-pembahasan-kesepakatan-as-china-fase-2-bisa-diselesaikan-setelah-pilpres
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan