Salin Artikel

Survei: Digitalisasi Makin Cepat, 86 Persen UMKM Responden Beralih ke Marketplace

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 mempercepat adopsi digital pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Salah satunya dengan mengalihkan bisnis dari offline ke online, seperti marketplace.

Saat ini, rata-rata pelaku UMKM bisa menggunakan dua hingga tiga marketplace untuk berjualan.

Tren peralihan bisnis UMKM dari offline ke online tergambar dari hasil survei Katadata Insight Center (KIC) yang dilakukan terhadap 392 UMKM di sejumlah kota di Indonesia, yakni Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta dan Medan pada periode 24 Maret hingga 9 April 2021.

“Kami menemukan pada masa pandemi, pelaku UMKM mulai berpindah ke marketplace. Cukup banyak UMKM jadi pemain baru di platform online pada masa pandemi. Dan marketplace adalah pilihan utama mereka ketika masuk ke platform penjualan online,” kata Manajer Survei Katadata Insight Center, Vivi Zabkie melalui siaran pers, Senin (3/5/2021).

Menurut Vivi, terdapat 86 persen UMKM menggunakan satu hingga tiga marketplace untuk memasarkan produk.

Bahkan, sisanya ada yang memanfaatkan empat hingga enam marketplace sebagai kanal penjualan.

Dorongan UMKM masuk ke platform online sudah terbaca 6 bulan sejak pandemi. Temuan ini pernah diungkapkan dalam survei KIC sebelumnya pada Juni 2020.

“Dari riset tahun lalu, tren itu sudah terlihat. Salah satunya pemanfaatan platform digital sebagai salah satu upaya bertahan di masa pandemi,” ujar Vivi.

Survei KIC kali ini menunjukkan 77 persen responden UMKM mengaku bahwa marketplace sangat penting dalam membantu UMKM memasarkan produk sehingga bisa bertahan dan berjualan di masa pandemi.

Survei juga mencatat, 72 persen responden juga mengaku, marketplace memiliki banyak program promo seperti gratis ongkir, cashback dan diskon yang menjadi daya tarik bagi konsumen untuk berbelanja online.

Sebanyak 69 persen responden menilai, marketplace aman untuk bertransaksi.

Sementara 66 persen lainnya menilai marketplace mudah digunakan atau user friendly.

Sementara itu, 55 persen responden menilai marketplace berperan dalam memberi edukasi lengkap kepada UMKM tentang cara berjualan online sehingga membantu penjualan produk UMKM ke ranah ekspor.

Yang tidak kalah penting, pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini membuat marketplace berperan besar dalam membantu bisnis UMKM tetap bertahan.

Dari skala 1 sampai 10, responden UMKM memberi nilai 9 atau sangat setuju bahwa marketplace telah membantu memperluas jaringan bisnis dan memicu tumbuhnya bisnis baru.

Responden juga memberi nilai 8 atau setuju bahwa marketplace membantu UMKM bertahan serta mendukung keberlangsungan UMKM Indonesia di masa pandemi.

"Platform digital menjawab tuntutan konsumen di masa pandemi yang mewajibkan mereka tak banyak bepergian, tetap berada di rumah serta menjaga jarak. UMKM menyadari adanya tren peralihan konsumen ke belanja digital. Maka marketplace akhirnya menjadi tempat yang diandalkan untuk mempertemukan UMKM dengan konsumen,“ kata Vivi.

https://money.kompas.com/read/2021/05/03/200749826/survei-digitalisasi-makin-cepat-86-persen-umkm-responden-beralih-ke

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditarget Capai Realisasi Investasi Rp 1.200 Triliun, Ini 3 Strategi Menteri Bahlil

Ditarget Capai Realisasi Investasi Rp 1.200 Triliun, Ini 3 Strategi Menteri Bahlil

Whats New
'Sesuai Arahan Bapak Presiden, Tidak Ada Warung Kopi di Dunia Tanpa Kopi Indonesia...'

"Sesuai Arahan Bapak Presiden, Tidak Ada Warung Kopi di Dunia Tanpa Kopi Indonesia..."

Whats New
171 Perusahaan Sudah Diperbolehkan Ekspor Batu Bara

171 Perusahaan Sudah Diperbolehkan Ekspor Batu Bara

Whats New
XL Axiata Caplok Saham Link Net Senilai Rp 8,72 T, Bos Grup Lippo: Sejalan dengan Rencana Bisnis

XL Axiata Caplok Saham Link Net Senilai Rp 8,72 T, Bos Grup Lippo: Sejalan dengan Rencana Bisnis

Rilis
Grab Bagikan 5 Tips Aman Menggunakan Taksi Online

Grab Bagikan 5 Tips Aman Menggunakan Taksi Online

Whats New
IMF Kritik Burden Sharing Kemenkeu-BI, Ini Respons Sri Mulyani

IMF Kritik Burden Sharing Kemenkeu-BI, Ini Respons Sri Mulyani

Whats New
Tol Serpong Ruas Jalan Pamulang-Cinere Segera Uji Laik Fungsi

Tol Serpong Ruas Jalan Pamulang-Cinere Segera Uji Laik Fungsi

Whats New
Harga Aset Kripto Bitcoin Dkk Terus Turun, Apakah Masuk Fase 'Crypto Winter' Seperti 2018?

Harga Aset Kripto Bitcoin Dkk Terus Turun, Apakah Masuk Fase "Crypto Winter" Seperti 2018?

Earn Smart
Ini 4 Dokumen yang Dibebaskan dari Bea Materai Rp 10.000

Ini 4 Dokumen yang Dibebaskan dari Bea Materai Rp 10.000

Spend Smart
Empat Kawasan Industri di Jatim dan PGN Kerja Sama Pemanfaatan Gas Bumi

Empat Kawasan Industri di Jatim dan PGN Kerja Sama Pemanfaatan Gas Bumi

Rilis
Outlook Keuangan Keluarga Syariah 2022

Outlook Keuangan Keluarga Syariah 2022

Earn Smart
Realisasi Investasi 2021 Rp 901,2 Triliun, Bahlil: Lampaui Target dari Perintah Presiden

Realisasi Investasi 2021 Rp 901,2 Triliun, Bahlil: Lampaui Target dari Perintah Presiden

Whats New
Sasar Proyek Grup Waskita hingga IKN, WSBP Target Kontrak Baru 2022 Tumbuh 30 Persen

Sasar Proyek Grup Waskita hingga IKN, WSBP Target Kontrak Baru 2022 Tumbuh 30 Persen

Rilis
Kabar Gembira, Pemerintah Perpanjang Insentif PPh Final UMKM

Kabar Gembira, Pemerintah Perpanjang Insentif PPh Final UMKM

Whats New
'Emak-emak' Mengeluh Sulit Dapat Minyak Goreng Murah di Ritel Modern, Kemendag Ungkap Penyebabnya

"Emak-emak" Mengeluh Sulit Dapat Minyak Goreng Murah di Ritel Modern, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.