Salin Artikel

Pelaku UMKM Perlu Tahu, Ini Bedanya Dagang dan Bisnis

Hal tersebut diungkapkan oleh Lead Financial Trainer QM Financial Ligwina Hananto dalam diskusi virtual Modalku, Kamis (28/10/2021).

"Semua bisnis itu dimulai dari dagang, dan enggak hina mulai dari dagang, tapi ternyata ada perbedaannya," ujar Ligwina.

Ia menjelaskan, perbedaan utama dari berdagang dan berbisnis adalah laporan keuangan. Dalam hal dagang, pelaku usaha tak memiliki laporan laba-rugi yang jelas, atau biasanya hanya sekadar memiliki catatan keluar-masuk uang tanpa memperhitungkan secara rinci.

"Misal orang dagang, ambil barang yang harganya Rp 10.000 kemudian dijual jadi Rp 30.000, berarti untung Rp 20.000, selesai. Keuntungannya itu misal langsung dipakai untuk jajan sama anak," jelas dia.

"Tapi kalau bisnis itu beda, misal ambil barang Rp 10.000 dijual Rp 30.000, maka yang Rp 20.000 itu belum jadi profit (keuntungan), tapi baru jadi margin (selisih). Sebab setelah itu ada biaya-biaya lain yang perlu dikurangi, barulah menjadi laba atau rugi," lanjut Ligwina.

Menurutnya, biaya-biaya lain yang perlu juga diperhitungkan, diantaranya seperti biaya marketing, biaya membayar gaji karyawan, hingga biaya menyewa tempat. Setelah turut memperhitungkan biaya tersebut, maka barulah diketahui penjualan itu menghasilkan laba atau malah rugi.

Oleh sebab itu, penting untuk para pelaku UMKM memiliki laporan keuangan yang baik dan benar, sehingga bisa mengetahui laba atau rugi dari bisnis yang dijalani.

"Ini perbedaannya antara dagang dan bisnis. Apakah salah mau dagang saja? Enggak. Tapi kita perlu menentukan dulu, sebagai pemilik usaha, mau jadi pedagang saja atau mau berevolusi jadi pemilik bisnis," ungkapnya.

Ligwina bilang, dirinya banyak belajar salah satunya tentang mengerjakan bisnis dengan nilai kecil maupun besar sama-sama menghasilkan rasa capek yang sama. Untuk itu, ia menilai, jangan terus bertahan dengan usaha kecil, namun dorong hingga menjadi bisnis besar.

Langkah untuk bisa berevolusi dari dagang ke bisnis, kata Ligwina, bisa dilakukan dengan memiliki pemikiran yang tepat sebagai pemimpin atau chief executive officer (CEO), bukan sebagai chief everything officer.

Ia bilang, salah satu yang menjadi kesalahan bagi orang-orang berbisnis adalah mengerjakan seluruhnya sendirian. Mulai dari produksi, pengemasan, pemasaran, bahkan hingga pencatatan keuangan.

Hal itu tentu akan sangat melelahkan dan merepotkan. Oleh karena itu, bila hasil dari dagang sudah mencukupi menambah pekerja, maka tambahlah setidaknya mulai dari satu pekerja sehingga bisa membagi beban pekerjaan.

Dengan demikian, secara perlahan seiring dengan semakin berkembangnya usaha, bisa menambah beberapa pekerja lainnya untuk mengurusi setiap bidang, mulai dari produksi, pemasaran, hingga ekspansi bisnis.

"Misalkan jual donat, kalau dia mau bisnis, maka dia sudah pikirkan produksinya seperti apa, bahannya bagaimana, nanti resepnya apa. Tapi nanti goreng, packaging, cari pembeli, pengiriman, sampai kalau ada komplain, sendiri yang urus. Ini sering jadi masalah," paparnya.

Ia bilang, sering kali pemilik bisnis lupa kalau ada 3 level yang harus dipenuhi dalam berbisnis yaitu operasional, manajerial, dan strategis. Maka penting memiliki pekerja di bagian produksi, di bagian pengemasan dan pemasaran, juga yang memikirkan ekspansi bisnis kedepannya.

"Jadi untuk berevolusi dari dagang ke bisnis, perlu mulai memikirkan operasional bisnisnya, manajemen bisnis, hingga strategis bisnis ke depannya. Itu semua sangat dipengaruhi dengan mindset si pemilik bisnis," pungkas Ligwina.

https://money.kompas.com/read/2021/10/28/191612226/pelaku-umkm-perlu-tahu-ini-bedanya-dagang-dan-bisnis

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Whats New
Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Rilis
Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Whats New
Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Whats New
Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

BrandzView
Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Spend Smart
Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan 'Panic Buying'

Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan "Panic Buying"

Whats New
Alfamart: Jangan 'Panic Buying' Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Alfamart: Jangan "Panic Buying" Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Whats New
Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Work Smart
Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Whats New
Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Whats New
Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Whats New
Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Whats New
Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.