Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Perbaikan Eskalator Stasiun Bekasi Tersendat, YLKI: Manajemen Kurang Sensitif...

Sebagai informasi, salah satu eskalator di Stasiun Bekasi masih belum dioperasikan sejak Oktober 2023 karena perlu diperbaiki. Lamanya perbaikan eskalator ini karena menunggu suku cadang (sparepart) impor datang.

Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, seharusnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) maupun PT KAI Commuter (KCI) dapat mengantisipasi hal ini.

Salah satunya dengan menyiapkan cadangan suku cadang impor itu sejak awal sehingga ketika terjadi kerusakan atau perlu dilakukan perawatan eskalator, suku cadang itu sudah ada dan siap digunakan.

"Seharusnya hal ini sudah diantisipasi. Artinya, pihak KRL punya cadangan atau stok sehingga kalau ada kerusakan bisa langsung diatasi. Apalagi jika sparepart itu harus impor. Ini menunjukkan pihak managemen KRL masih kurang sensitif terhadap pelayanan publik," ujarnya kepada Kompas.com, Senin (5/12/2024).

Selain itu, seharusnya pihak operator stasiun menggunakan eskalator pabrikan yang melayani pelayanan setelah pembelian atau after sales service di Indonesia sehingga ketika terdapat kerusakan dapat langsung ditangani. Mengingat penggunaan eskalator sudah menjadi hal yang lumrah di Indonesia.

"Ya memang begitu kelemahannya. Pabrikan seharusnya jug ada after sales service yang buka in call di Indonesia. Apalagi jika sudah dipakai masif di Indonesia," ucapnya.

Dihubungi terpisah, Pengamat transportasi sekaligus Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas mengaku kaget ketika mengetahui perbaikan eskalator di Stasiun Bekasi tersendat karena menunggu suku cadang impor.

Sebab seharusnya suku cadang eskalator bisa menggunakan produk dalam negeri sehingga proses perbaikan bisa segera diselesaikan.

la mengatakan hal itu mengingat penggunaan eskalator atau lift sudah marak di gedung-gedung di Indonesia sehingga pasti ada pabrikan yang menyediakan suku cadang eskalator.

"Saya kaget juga ketika dapat keterangan resmi bahwa perbaikan eskalator di Bekasi masih nunggu spare part impor. Harusnya kalau soal eskalator dan lift itu pakai produk dalam negeri," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (2/2/2024).

Demikian juga dengan perawatan eskalator, sebut dia, Kemenhub dapat melakukan perawatan eskalator ke pabrikan dalam negeri. "Perawatannya bisa diserahin ke pabrikan sehingga mempercepat proses perbaikan," ucapnya.

Kendala perbaikan

Sebelumnya, Kemenhub mengungkapkan kendala yang menyebabkan proses perbaikan eskalator di Stasiun Bekasi molor.

Kabalai Jakarta Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Ferdian Suryo mengatakan, pihaknya kesulitan melakukan impor suku cadang dari luar negeri sehingga proses perbaikan eskalator tidak dapat dilakukan lebih cepat.

"Pengerjaan perbaikan pada eskalator tersebut mengalami kendala pada proses pengadaan dan produksi suku cadang yang perlu didatangkan dari luar negeri," ujarnya dalam pernyataan tertulis kepada Kompas.com, Kamis (1/2/2024).

Dia menyebut, saat ini dua unit eskalator di Stasiun Bekasi yang sedang diperbaiki ini ialah eskalator yang berada di sisi utara peron 3 dan 4 serta eskalator yang berada di pintu keluar sisi utara.

Penyebab lamanya proses perbaikan eskalator di Stasiun Bekasi ini juga pernah diungkapkan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal.

Risal menjelaskan, perbaikan eskalator di stasiun KRL Jabodetabek ini membutuhkan waktu lama karena mengalami beberapa kendala, seperti perlu menjalani proses lelang dan suku cadang yang dibutuhkan harus diimpor.

"(Hambatan) pertama karena lelang dan posisi lelang ada waktunya. Nanti kalau kita tunjuk langsung malah ada masalah, makanya perlu lelang semuanya. Kedua, barangnya impor dan di saat ini agak lama prosesnya," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (21/11/2023).

Kemenhub tengah melakukan perbaikan pada dua unit eskalator di Stasiun Bekasi secara bertahap.

Saat ini satu unit eskalator telah rampung diperbaiki setelah dilakukan perbaikan pada Kamis (1/2/2024) malam. Eskalator ini terletak di sisi utara peron 3 dan 4 Stasiun Bekasi.

"Alhamdulillah saat ini eskalator sudah dapat digunakan kembali oleh masyarakat, semoga dapat mempermudah mobilitas masyarakat di Stasiun Bekasi," ujar Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jakarta Ferdian Suryo dalam keterangan tertulis, Jumat (3/2/2024).

Ferdian melanjutkan, sementara untuk eskalator yang berada di pintu keluar sisi utara Stasiun Bekasi masih dilakukan perawatan.

Ditargetkan bahwa eskalator yang belakangan disoroti oleh pengguna KRL tersebut dapat kembali beroperasi pada pertengahan bulan ini.

"Satu eskalator di sisi utara stasiun yang masih perlu dilakukan perawatan diharapkan dapat selesai pertengahan Februari," kata dia.

Adapun perbaikan yang telah dilakukan meliputi penggantian handraif beserta komponennya. Perawatan ini dilakukan dengan melibatkan 5 orang tenaga teknisi dari vendor yang diawasi langsung oleh pegawai Ditjen Perkeretaapian (DJKA) dari BTP Jakarta.

https://money.kompas.com/read/2024/02/06/090800726/perbaikan-eskalator-stasiun-bekasi-tersendat-ylki--manajemen-kurang-sensitif-

Terkini Lainnya

Cara Kirim Paket Barang lewat Ekspedisi dengan Aman untuk Pemula

Cara Kirim Paket Barang lewat Ekspedisi dengan Aman untuk Pemula

Whats New
Cara Top Up DANA Pakai Virtual Account BRI

Cara Top Up DANA Pakai Virtual Account BRI

Spend Smart
Cek Daftar Pinjol Resmi yang Berizin OJK Mei 2024

Cek Daftar Pinjol Resmi yang Berizin OJK Mei 2024

Whats New
Penyaluran Avtur Khusus Penerbangan Haji 2024 Diproyeksi Mencapai 100.000 KL

Penyaluran Avtur Khusus Penerbangan Haji 2024 Diproyeksi Mencapai 100.000 KL

Whats New
Pemilik Kapal Apresiasi Upaya Kemenhub Evakuasi MV Layar Anggun 8 yang Terbakar

Pemilik Kapal Apresiasi Upaya Kemenhub Evakuasi MV Layar Anggun 8 yang Terbakar

Whats New
Langkah AJB Bumiputera 1912 Setelah Revisi Rencana Penyehatan Keuangan

Langkah AJB Bumiputera 1912 Setelah Revisi Rencana Penyehatan Keuangan

Whats New
KKP dan Polri Gagalkan Penyelundupan 125.684 Benih Bening Lobster di Jambi

KKP dan Polri Gagalkan Penyelundupan 125.684 Benih Bening Lobster di Jambi

Whats New
Sulbar akan Jadi Penyuplai Produk Pangan untuk IKN, Kementan Beri Benih Gratis

Sulbar akan Jadi Penyuplai Produk Pangan untuk IKN, Kementan Beri Benih Gratis

Whats New
Emiten Tambang Samindo Resources Catatkan Kenaikan Pendapatan 33,5 Persen Per Kuartal I-2024

Emiten Tambang Samindo Resources Catatkan Kenaikan Pendapatan 33,5 Persen Per Kuartal I-2024

Whats New
OJK Sebut Klaim Asuransi Kesehatan Lebih Tinggi dari Premi yang Diterima Perusahaan

OJK Sebut Klaim Asuransi Kesehatan Lebih Tinggi dari Premi yang Diterima Perusahaan

Whats New
SKK Migas dan Mubadala Energy Temukan 2 TFC Potensi Gas di Blok South Andaman

SKK Migas dan Mubadala Energy Temukan 2 TFC Potensi Gas di Blok South Andaman

Whats New
Perkuat Bisnis di RI, Perusahaan Pemurni Air Korea Dapat Sertifikat Halal BPJPH

Perkuat Bisnis di RI, Perusahaan Pemurni Air Korea Dapat Sertifikat Halal BPJPH

Whats New
Upaya Kemenparekraf Jaring Wisatawan Asing di Korea Selatan

Upaya Kemenparekraf Jaring Wisatawan Asing di Korea Selatan

Whats New
Libur 'Long Weekend', 2 Lintasan Utama ASDP Layani 26.122 Orang dan 125.950 Unit Kendaraan

Libur "Long Weekend", 2 Lintasan Utama ASDP Layani 26.122 Orang dan 125.950 Unit Kendaraan

Whats New
Soroti Kecelakan Bus Pariwisata di Subang, Menparekraf: Kita Butuh Manajemen Krisis yang Efektif

Soroti Kecelakan Bus Pariwisata di Subang, Menparekraf: Kita Butuh Manajemen Krisis yang Efektif

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke