Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tertinggi di Dunia, Inflasi Zimbabwe 66.212 Persen!

Kompas.com - 18/02/2008, 01:48 WIB

HARARE,MINGGU -  Zimbabwe, sebuah negara di kawasan sub-sahara Afrika, mencatat rekor sebagai negara dengan tingkat inflasi tertinggi di dunia, yaitu 66.212 persen pada Desember 2007, atau naik hampir tiga kali lipat dari bulan sebelumnya, meskipun angka itu masih jauh di bawah prediksi analis independen, demikian dikutip dari situs CNN, Minggu (17/2).

Harian nasional di Harare, Zimbabwe, Herald mengatakan angka dari bank sentral tersebut naik dramatis dari posisi pada November, 24.470 persen. Dengan tingkat inflasi seperti itu, maka harga sebungkus roti, misalnya, akan naik harganya lebih dari 10 kali lipat hanya dalam hitungan jam.

Sementara itu, Badan Statistik Zimbabwe melaporkan,  pada Oktober inflasi "masih" berada di bawah 8.000 persen. Namun mereka kemudian memutuskan untuk menghentikan sementara update bulanan mereka karena semakin sedikitnya toko yang beroperasi sehingga tidak cukup data diperoleh.

Badan pengawas harga nasional, National Incomes and Prices Commission, baru-baru ini mengizinkan kenaikan tajam pada harga produk-produk makanan, seperti jagung, gula, roti dan produk pokok lainnya agar produsen bisa kembali beroperasi dan rak-rak makanan di toko-toko dapat kembali terisi. Namun beberapa harga baru seperti 15 sen dollar AS untuk jagung seberat 1,1 kg masih jauh di bawah harapan pasar sehingga diperkirakan kecil pengaruhnya.
    
Beberapa analis independen mengatakan rata-rata inflasi tahunan bisa mencapai 150.000 persen. Angka tersebut diperoleh dari kenaikan harga ayam seberat 1,1 kg di tingkat pengecer lebih dari 236.000 persen menjadi 15 juta dolar Zimbabwe, atau 2,15 dolar AS pada Januari 2008 dibanding Januari 2007.

Ekonomi Zimbabwe yang berbasis pada pertanian kini tengah menghadapi masalah kelangkaan bahan makanan, dan bahan bakar, serta jatuhnya nilai tukar setelah banyak perkebunan komersial milik orang kulit putih diambil alih dengan kekerasan.

Seorang wartawan asal Zimbabwe, Jennifer Dube seperti dikutip Antara, mengatakan dirinya harus langsung menghabiskan gaji yang diterimanya setiap bulan agar nilainya tidak sempat jatuh. Opsi lain yang dimungkinkan, jelasnya, adalah segera menukarkan uang yang dimilikinya ke mata uang patokan, seperti dolar AS atau euro. "Hampir tidak ada orang di Zimbabwe yang punya tabungan dalam mata uang lokal," katanya. (ANT)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Marak Modus Penipuan Undangan Lowker, KAI Imbau Masyarakat Lebih Teliti

Marak Modus Penipuan Undangan Lowker, KAI Imbau Masyarakat Lebih Teliti

Whats New
Vira Widiyasari Jadi Country Manager Visa Indonesia

Vira Widiyasari Jadi Country Manager Visa Indonesia

Rilis
Ada Bansos dan Pemilu, Konsumsi Pemerintah Tumbuh Pesat ke Level Tertinggi Sejak 2006

Ada Bansos dan Pemilu, Konsumsi Pemerintah Tumbuh Pesat ke Level Tertinggi Sejak 2006

Whats New
Peringati Hari Buruh 2024, PT GNI Berikan Penghargaan Kepada Karyawan hingga Adakan Pertunjukan Seni

Peringati Hari Buruh 2024, PT GNI Berikan Penghargaan Kepada Karyawan hingga Adakan Pertunjukan Seni

Whats New
Kemenperin Harap Produsen Kembali Perkuat Pabrik Sepatu Bata

Kemenperin Harap Produsen Kembali Perkuat Pabrik Sepatu Bata

Whats New
IHSG Naik Tipis, Rupiah Menguat ke Level Rp 16.026

IHSG Naik Tipis, Rupiah Menguat ke Level Rp 16.026

Whats New
Warung Madura: Branding Lokal yang Kuat, Bukan Sekadar Etnisitas

Warung Madura: Branding Lokal yang Kuat, Bukan Sekadar Etnisitas

Whats New
Ini Tiga Upaya Pengembangan Biomassa untuk Co-firing PLTU

Ini Tiga Upaya Pengembangan Biomassa untuk Co-firing PLTU

Whats New
Strategi untuk Meningkatkan Keamanan Siber di Industri E-commerce

Strategi untuk Meningkatkan Keamanan Siber di Industri E-commerce

Whats New
Permendag Direvisi, Mendag Zulhas Sebut Tak Ada Masalah Lagi dengan Barang TKI

Permendag Direvisi, Mendag Zulhas Sebut Tak Ada Masalah Lagi dengan Barang TKI

Whats New
Pabrik Sepatu Bata Tutup, Kemenperin Bakal Panggil Manajemen

Pabrik Sepatu Bata Tutup, Kemenperin Bakal Panggil Manajemen

Whats New
Capai 12,5 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Dua Wilayah Ini Tertinggi di Indonesia

Capai 12,5 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Dua Wilayah Ini Tertinggi di Indonesia

Whats New
Per Februari 2024, Jumlah Pengangguran RI Turun Jadi 7,20 Juta Orang

Per Februari 2024, Jumlah Pengangguran RI Turun Jadi 7,20 Juta Orang

Whats New
Pembangunan Infrastruktur di Australia Jadi Peluang untuk Produsen Baja Lapis RI

Pembangunan Infrastruktur di Australia Jadi Peluang untuk Produsen Baja Lapis RI

Whats New
KAI Ubah Pola Operasi, 21 Kereta Berhenti di Stasiun Jatinegara

KAI Ubah Pola Operasi, 21 Kereta Berhenti di Stasiun Jatinegara

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com