Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Presiden Tunjuk Wapres Awasi Renegosiasi Tangguh

Kompas.com - 28/08/2008, 13:21 WIB

Laporan wartawan Kompas Suhartono

JAKARTA, KAMIS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menjadi supervisor tim renegosiasi kontrak LNG Tangguh. Tim akan dipimpin oleh Menko Perekonomian dengan Pelaksana Tugasnya (PLT) Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Demikian diungkapkan Presiden dalam pidato arahannya sebelum sidang kabinet paripurna Kamis siang ini (28/8) di kantor presiden kompleks istana, Jakarta.

"Saya akan minta Menko Perekonomian untuk menyusun tim yang kuat dengan koordinasi departemen teknis untuk melakukan renegosiasi kontrak LNG Tangguh. Wapres akan menjadi supervisinya," tandas Presiden.

Tim yang kuat tersebut diminta menyusun pasaran harga yang holistik dan membuat benchmark dengan kontrol yang baik. "Tim ini harus kredibel dan profesional. Jangan ada conflict of interest baik terhadap pribadi maupun terhadap teman. Bekerjalah sesuai sistem," pesan Presiden.

Presiden Yudhoyono melanjutkan, jika tim tersebut telah berhasil melakukan renegosiasi dan pemerintah telah mengambil keputusan yang baik, dirinya akan mengambil alih tanggung jawabnya. "Saya tidak akan melempar tanggung jawab saya ke wapres ataupun menteri bahkan ke anggota tim jika suatu saat ada masalah dalam keputusan tersebut," ujarnya.

Terkait dengan pernyataan mantan Presiden Megawati yang meminta pers langsung menanyakan kepada SBY-JK yang pada waktu itu menjadi menteri koordinator di eranya, mengenai keputusan kontrak LNG Tangguh, Presiden Yudhoyono menegaskan, "Jelas SBY-JK tidak mungkin ikut menentukan."

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Viral Mainan 'Influencer' Tertahan di Bea Cukai, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Viral Mainan "Influencer" Tertahan di Bea Cukai, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Whats New
Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Minggu 28 April 2024

Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Minggu 28 April 2024

Spend Smart
Harga Emas Terbaru 28 April 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 28 April 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Investasi Aman, Apa Perbedaan SBSN dan SUN?

Investasi Aman, Apa Perbedaan SBSN dan SUN?

Work Smart
Harga Bahan Pokok Minggu 28 April 2024, Harga Daging Ayam Ras Naik

Harga Bahan Pokok Minggu 28 April 2024, Harga Daging Ayam Ras Naik

Whats New
SILO Layani Lebih dari 1 Juta Pasien pada Kuartal I 2024

SILO Layani Lebih dari 1 Juta Pasien pada Kuartal I 2024

Whats New
Bulog Diminta Lebih Optimal dalam Menyerap Gabah Petani

Bulog Diminta Lebih Optimal dalam Menyerap Gabah Petani

Whats New
Empat Emiten Bank Ini Bayar Dividen pada Pekan Depan

Empat Emiten Bank Ini Bayar Dividen pada Pekan Depan

Whats New
[POPULER MONEY] Sri Mulyani 'Ramal' Ekonomi RI Masih Positif | Genset Mati, Penumpang Argo Lawu Dapat Kompensasi 50 Persen Harga Tiket

[POPULER MONEY] Sri Mulyani "Ramal" Ekonomi RI Masih Positif | Genset Mati, Penumpang Argo Lawu Dapat Kompensasi 50 Persen Harga Tiket

Whats New
Ketahui, Pentingnya Memiliki Asuransi Kendaraan di Tengah Risiko Kecelakaan

Ketahui, Pentingnya Memiliki Asuransi Kendaraan di Tengah Risiko Kecelakaan

Spend Smart
Perlunya Mitigasi Saat Rupiah 'Undervalued'

Perlunya Mitigasi Saat Rupiah "Undervalued"

Whats New
Ramai Alat Belajar Siswa Tunanetra dari Luar Negeri Tertahan, Bea Cukai Beri Tanggapan

Ramai Alat Belajar Siswa Tunanetra dari Luar Negeri Tertahan, Bea Cukai Beri Tanggapan

Whats New
Sri Mulyani Jawab Viral Kasus Beli Sepatu Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta

Sri Mulyani Jawab Viral Kasus Beli Sepatu Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta

Whats New
Sri Mulyani Jelaskan Duduk Perkara Alat Belajar Tunanetra Milik SLB yang Ditahan Bea Cukai

Sri Mulyani Jelaskan Duduk Perkara Alat Belajar Tunanetra Milik SLB yang Ditahan Bea Cukai

Whats New
Apa Itu Reksadana Terproteksi? Ini Pengertian, Karakteristik, dan Risikonya

Apa Itu Reksadana Terproteksi? Ini Pengertian, Karakteristik, dan Risikonya

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com