Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kakao Ini Keluarkan Bau Tak Sedap

Kompas.com - 23/09/2010, 10:41 WIB

LIWA, KOMPAS.com — Petani Lampung Barat kesulitan mengeringkan buah kakao akibat tingginya curah hujan di daerah itu.

"Saya kesulitan mengeringkan buah kakao yang baru saja saya petik sehingga sebagian besar buah kakao saya berlendir dan mengeluarkan bau tidak sedap," kata petani kakao di Pekon (Desa) Penataran, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, Mat Hardi (46), sekitar 278 kilometer dari Bandar Lampung di Penataran, Kamis (22/9/2010).      Ia menjelaskan, akibat hujan, buah kakao petani membusuk. Sebagian besar buah kakao yang sudah dipetik tidak dapat dikeringkan hingga seminggu lebih, membuat biji buah kakao tersebut berulat dan membusuk.      Karena buah kakao sulit dikeringkan, katanya, hal ini jelas mengancam petani menderita kerugian karena, selain buah kakao membusuk, juga mengalami penyusutan bobot dan mutu buah kakao.      Ia mengatakan, beruntung, saat kondisi seperti ini, harga buah kakao relatif stabil sehingga petani sedikit terbantu dan tidak terlalu merugi.      Menurut dia, saat cuaca cerah, mengeringkan buah kakao hanya membutuhkan empat hingga enam hari, tetapi saat curah hujan yang tinggi seperti sekarang ini, petani kakao membutuhkan waktu sekitar dua minggu lebih.      Kakao menjadi komoditas andalan terbesar Kabupaten Lampung Barat dan menjadi salah satu tanaman unggul petani karena 40 persen dari jumlah penduduk di Lampung Barat membudidayakan tanaman kakao.      Jenis tanaman kakao rentan terhadap serangan hama, apalagi faktor cuaca menjadi pemicu utama penyebaran hama kakao. Yang paling dirasakan petani kakao, saat musim penghujan, hama kakao kerap menyerang buah dan batang.      Curah hujan yang tinggi membuat petani kakao di Lampung Barat kesulitan mengeringkan buah kakao yang baru dipetik. Akibatnya, pasokan kakao kering dari petani mengalami penurunan.      Lampung Barat menjadi daerah pemasok buah kakao kering cukup besar di Provinsi Lampung, pasalnya di daerah ini belum berkembang usaha pengolahan biji kakao sehingga hasil panen kakao petani belum tergarap secara optimal.      Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Barat, saat ini total area perkebunan kakao mencapai 1.054,6 hektar dari total area perkebunan 2.286,9 hektar semua komoditas perkebunan, dengan hasil panen kakao mencapai 856 ton per tahun.      Sementara itu, Kepala Bidang Bina Produksi, Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Barat, Agustam Basmar mengatakan, saat hujan, petani kakao harus menyiasati penjemuran biji buah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kuartal I-2024, Emiten Sawit Sumber Tani Agung Resources Cetak Pertumbuhan Laba Bersih 43,8 Persen

Kuartal I-2024, Emiten Sawit Sumber Tani Agung Resources Cetak Pertumbuhan Laba Bersih 43,8 Persen

Whats New
Pendaftaran CASN 2024, Instansi Diminta Segera Isi Rincian Formasi ASN

Pendaftaran CASN 2024, Instansi Diminta Segera Isi Rincian Formasi ASN

Whats New
Masuk Musim Panen, Bulog Serap 30.000 Ton Gabah Per Hari

Masuk Musim Panen, Bulog Serap 30.000 Ton Gabah Per Hari

Whats New
Pekerja Mau Sejahtera dan Naik Gaji, Tingkatkan Dulu Kompetensi...

Pekerja Mau Sejahtera dan Naik Gaji, Tingkatkan Dulu Kompetensi...

Whats New
Hindari Denda, Importir Harus Lapor Impor Barang Kiriman Hasil Perdagangan dengan Benar

Hindari Denda, Importir Harus Lapor Impor Barang Kiriman Hasil Perdagangan dengan Benar

Whats New
Pendaftaran Seleksi CASN Dibuka Mei 2024, Menpan-RB Minta Kementerian dan Pemda Percepat Input Formasi Kebutuhan ASN

Pendaftaran Seleksi CASN Dibuka Mei 2024, Menpan-RB Minta Kementerian dan Pemda Percepat Input Formasi Kebutuhan ASN

Whats New
IHSG Turun 0,84 Persen di Awal Sesi, Rupiah Bangkit

IHSG Turun 0,84 Persen di Awal Sesi, Rupiah Bangkit

Whats New
Harga Emas Terbaru 2 Mei 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 2 Mei 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 2 Mei 2024

Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 2 Mei 2024

Spend Smart
Harga Bahan Pokok Kamis 2 Mei 2024, Harga Jagung Tk Peternak Naik

Harga Bahan Pokok Kamis 2 Mei 2024, Harga Jagung Tk Peternak Naik

Whats New
CIMB Niaga Cetak Laba Sebelum Pajak Rp 2,2 Triliun pada Kuartal I-2024

CIMB Niaga Cetak Laba Sebelum Pajak Rp 2,2 Triliun pada Kuartal I-2024

Whats New
Rincian Tarif Listrik per kWh Berlaku Mei 2024

Rincian Tarif Listrik per kWh Berlaku Mei 2024

Whats New
Inflasi AS Sulit Dijinakkan, The Fed Pertahankan Suku Bunga

Inflasi AS Sulit Dijinakkan, The Fed Pertahankan Suku Bunga

Whats New
The Fed Tahan Suku Bunga, Mayoritas Saham di Wall Street Melemah

The Fed Tahan Suku Bunga, Mayoritas Saham di Wall Street Melemah

Whats New
IHSG Diperkirakan Melemah Hari Ini, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diperkirakan Melemah Hari Ini, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com