Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mencecap Usaha Es Krim yang Maknyuss

Kompas.com - 16/02/2011, 14:47 WIB

Namun, mitra barunya di Radio Dalam, Jakarta Selatan, mampu meraup omzet per bulan sebesar Rp 150 juta. Sedangkan, omzet Baltic pusat di Meruya, Jakarta Barat Rp 250 juta sebulan.

Hanya, hingga saat ini, Baltic Ice Cream belum memutuskan untuk memperluas waralabanya ke daerah luar Pulau Jawa. "Kami masih fokus menggarap di Jabodetabek," ujar Janto.

 

• Revo Es Krim

Pertumbuhan yang baik terlihat dari waralaba es krim PT Revo Indonesia. Lantaran menyasar pasar kelas menengah ke atas, Hendra Barokah, pemilik Revo Es Krim, mengaku usahanya bisa berkembang sangat cepat.

Sejak awal berdiri pada 2008 dan mulai menawarkan waralaba Mei 2009, Revo Es Krim lebih fokus di pasar ini dengan menawarkan harga jual mulai Rp 2.500 hingga Rp 6.000. Kurang dari setahun, gerai mereka bertambah menjadi 125 outlet dan tersebar di seluruh Jabodetabek.

Usaha ini hanya bermodalkan booth kecil sebagai tempat berjualan. Peralatannya juga tak beda dengan gerai usaha minuman lain, yakni teko listrik, shaker minuman, termos, freezer, penyimpan es, serta es krim.

Konsepnya cukup sederhana, calon mitra cukup menyediakan tenaga kerja serta tempat berusaha. Khusus untuk tempat, Hendra menyarankan agar mitra memilih tempat-tempat yang ramai dilalui orang. Seperti mal, pasar, lokasi sekitar kampus, kantin perkantoran, stasiun kereta api, serta terminal bus.

Menurut Hendra, lokasi menjadi faktor penentu keberhasilan bisnis ini. "Harus dekat dengan tempat bermain anak-anak dan orang tua yang menunggunya," ujarnya.

Mitra tentu harus menyetorkan modal sebagai pengganti biaya peralatan,  perlengkapan usaha, dan bahan baku, serta pelatihan pembuatan minuman. Adapun modal awal Revo Es Krim mencapai Rp 7 juta. Khusus untuk bahan baku selanjutnya, mitra harus membeli di Revo Es Krim pusat. "Bahan dasar kami berbeda dan tidak dijual di tempat lain," tegas Hendra.

Revo Es Krim berani menjamin mitra bakal balik modal dalam waktu minimal dua bulan. Dengan catatan, mitra bisa menjual es krim minimal 50 hingga 60 cup per menu atau sekitar 150 sampai 200 cup sehari. Hebatnya, dalam menjalankan usahanya, Hendra tidak membutuhkan promosi besar-besaran. "Lebih mengandalkan promosi antarmitra saja," ujar dia.

Agar promosi dari mulut ke mulut efektif, Hendra menawarkan hadiah Rp 500.000 serta potongan 20 persen dari pembelian bahan baku saban bulan bagi mitra yang berhasil mengajak investor.

Ketika KONTAN terakhir meliput Revo pada Juni 2009, ada 65 calon terwaralaba yang mengajukan tawaran. "Saat ini sudah ada tambahan 50 waralaba," ujarnya. Mereka tersebar di Jabodetabek, Riau, Palembang, dan Medan.

Menurut Hendra, perkembangan waralabanya lebih diakibatkan harga es krimnya terjangkau tapi kualitasnya tak kalah. "Karena secara umum, daya beli masyarakat cenderung melemah dua tahun belakangan," ujarnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bank Sentral Eropa Bakal Pangkas Suku Bunga, Apa Pertimbangannya?

Bank Sentral Eropa Bakal Pangkas Suku Bunga, Apa Pertimbangannya?

Whats New
Pasokan Gas Alami 'Natural Decline', Ini Strategi PGN Jaga Distribusi

Pasokan Gas Alami "Natural Decline", Ini Strategi PGN Jaga Distribusi

Whats New
BTN Pastikan Dana Nasabah Tidak Hilang

BTN Pastikan Dana Nasabah Tidak Hilang

Whats New
Kartu Prakerja Gelombang 67 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kartu Prakerja Gelombang 67 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Work Smart
Peringati Hari Buruh, SP PLN Soroti soal Keselamatan Kerja hingga Transisi Energi

Peringati Hari Buruh, SP PLN Soroti soal Keselamatan Kerja hingga Transisi Energi

Whats New
Cara Pasang Listrik Baru melalui PLN Mobile

Cara Pasang Listrik Baru melalui PLN Mobile

Work Smart
Bicara soal Pengganti Pertalite, Luhut Sebut Sedang Hitung Subsidi untuk BBM Bioetanol

Bicara soal Pengganti Pertalite, Luhut Sebut Sedang Hitung Subsidi untuk BBM Bioetanol

Whats New
Bahlil Dorong Kampus di Kalimantan Jadi Pusat Ketahanan Pangan Nasional

Bahlil Dorong Kampus di Kalimantan Jadi Pusat Ketahanan Pangan Nasional

Whats New
Luhut Sebut Starlink Elon Musk Segera Meluncur 2 Minggu Mendatang

Luhut Sebut Starlink Elon Musk Segera Meluncur 2 Minggu Mendatang

Whats New
Kenaikan Tarif KRL Jabodetabek Sedang Dikaji, MTI Sebut Tak Perlu Diberi Subsidi PSO

Kenaikan Tarif KRL Jabodetabek Sedang Dikaji, MTI Sebut Tak Perlu Diberi Subsidi PSO

Whats New
Bahlil Ungkap 61 Persen Saham Freeport Bakal Jadi Milik Indonesia

Bahlil Ungkap 61 Persen Saham Freeport Bakal Jadi Milik Indonesia

Whats New
Cadangan Beras Pemerintah 1,6 Juta Ton, Bos Bulog: Tertinggi dalam 4 Tahun

Cadangan Beras Pemerintah 1,6 Juta Ton, Bos Bulog: Tertinggi dalam 4 Tahun

Whats New
Intip Rincian Permendag Nomor 7 Tahun 2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor, Berlaku 6 Mei 2024

Intip Rincian Permendag Nomor 7 Tahun 2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor, Berlaku 6 Mei 2024

Whats New
Kebijakan Makroprudensial Pasca-Kenaikan BI Rate

Kebijakan Makroprudensial Pasca-Kenaikan BI Rate

Whats New
Peringati May Day 2024, Forum SP Forum BUMN Sepakat Tolak Privatisasi

Peringati May Day 2024, Forum SP Forum BUMN Sepakat Tolak Privatisasi

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com