Kontribusi untuk Indonesia

Kompas.com - 08/10/2012, 03:00 WIB
Editor

Produk yang GE andalkan di sini?

Kami masuk di lima bisnis, yaitu mesin pesawat, transportasi, energi (pembangkit listrik dan distribusi), peralatan kesehatan, dan penerangan. Kontribusi terbesar dari pesawat dan energi. Saat ini yang tumbuh adalah infrastruktur. Tapi, infrastruktur ada titik jenuhnya.

Nah, energi ini luas sekali. Selain pembangkit listrik yang masih kita butuhkan, sekarang kapasitas dasar total masih kurang terpenuhi. Problem listrik adalah bahan bakar. Macam-macam, tidak hanya batubara dan gas. Ada juga masalah ketersediaan dan distribusinya.

Maka, pendorong utama bisnis masa depan GE adalah energi. Kita bicara soal pembangkit listrik, minyak dan gas, manajemen energi agar transmisi dan distribusi lebih efisien, serta energi terbarukan. Misalnya, bagaimana membuat pembangkit listrik di desa-desa menggunakan bahan bakar di situ, baik sampah maupun limbah pertanian.

Batubara Indonesia banyak, tapi mungkin yang persentase kalorinya rendah tidak ada yang mau beli. Padahal bisa jadi sumber energi yang baik jika bisa gasifikasi. Gas disalurkan ke pembangkit. Karena itu, kami punya teknologi yang namanya gas engine dengan ukuran yang bermacam-macam, misalnya 1 megawatt (MW) dan 5 MW.

Kesehatan juga penting bagi GE. Indeks daya saing global Indonesia di peringkat ke-50. Salah satunya karena skor kesehatan masyarakat belum tinggi. Hal ini terutama didorong kesehatan masyarakat pedesaan. Maka, kami bikin program kesehatan pedesaan. Kami punya teknologi misalnya, mesin ultrasonografi yang sebesar ponsel.

Peta persaingan?

Saat ini kompetisi selalu keras di mana pun kita berada karena kecepatan orang mengejar teknologi selalu cepat. Hubungan baik tidak lebih panjang dari teknologi. Kalau saya bisa ngopi bareng si X, enggak mungkin pihak lain tidak bisa melakukan hal yang sama. Bagi kami, itu adalah kompetitor baik. Yang membedakan, ada produk superior yang jangka waktu teknologinya dikejar cukup lama. Atau melakukan ko-kreasi, dengan duduk bareng bersama konsumer. Apa masalahmu, bagaimana kami bisa bantu.

Perbincangan dengan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar soal quantum leap Garuda sangat menarik. Akhirnya, tercapai kerja sama Garuda dengan GE Indonesia dengan nilai bisnis 1 miliar dollar AS. Hal serupa juga dilakukan GE Indonesia dengan PT KAI dan PT PLN.

Posisi GE Indonesia di peta global?

Indonesia masuk ke most of sexiest market GE saat ini. Hal ini karena kondisi Indonesia yang ekonominya tumbuh dengan jumlah penduduk yang mendukung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.