PT Semen Gresik Investasi Rp 5,7 Triliun

Kompas.com - 17/11/2012, 02:56 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - PT Semen Gresik (Persero) Tbk menginvestasikan dana 500 juta dollar AS hingga 600 juta dollar AS atau setara Rp 4,792 triliun hingga Rp 5,751 triliun pada tahun 2013. Investasi itu akan digunakan untuk mengembangkan perusahaan, baik di dalam maupun di luar negeri. Investasi ini akan diperoleh dari penerbitan obligasi berdenominasi rupiah dan dollar AS, kredit perbankan, dan modal internal.

Direktur Utama PT Semen Gresik Dwi Soetjipto di Jakarta, Jumat (16/11), mengatakan, setelah mengakuisisi perusahaan semen asal Vietnam, Thang Long Cement, PT Semen Gresik juga akan mengakuisisi perusahaan semen dari Myanmar sekaligus mendirikan pabrik baru.

Untuk akuisisi itu, PT Semen Gresik menyiapkan dana 200 juta dollar AS. Rinciannya, 150 juta dollar AS dari penerbitan obligasi global dan sisanya kas internal.

Selain itu, PT Semen Gresik juga membutuhkan dana 300 juta dollar AS-400 juta dollar AS untuk investasi dalam negeri. Dana itu akan diperoleh dari menerbitkan obligasi berdenominasi rupiah. ”Obligasi yang akan diterbitkan setara dengan 200 juta dollar AS,” kata Dwi. Sisanya dari kas internal dan pinjaman perbankan lokal.

Di dalam negeri, dana pengembangan tahun depan akan dialokasikan untuk membangun dua pabrik baru di Sumatera (SGG III) dan Jawa (SGG IV). Dwi menjelaskan, untuk membangun proyek SGG III dibutuhkan dana Rp 3,25 triliun. Nilai proyek SGG IV Rp 3,72 triliun.

Untuk kedua proyek pabrik itu, PT Semen Gresik mencari dana eksternal senilai 400 juta dollar AS atau Rp 3,5 triliun-Rp 4 triliun. Kekurangannya akan ditutup kas internal.

Direktur Keuangan PT Semen Gresik Ahyanizaman menjelaskan, saat ini PT Semen Gresik memiliki uang kas (free cash) Rp 3 triliun dan didukung fasilitas kredit dari Bank Mandiri Rp 1 triliun.

Pembangunan pabrik itu diperkirakan memakan waktu tiga sampai empat tahun sehingga baru akan selesai 2015-2016. Dengan investasi ini, PT Semen Gresik memproyeksikan produksinya akan meningkat 15-16 persen tahun depan. Saat ini produksinya mencapai 23 juta ton per tahun.

Peningkatan produksi ini diperoleh karena tahun ini pabrik Tuban IV yang berkapasitas produksi 3 juta ton sudah beroperasi. Selain itu, tahun depan pabrik Semen Tonasa V di Sulawesi yang berkapasitas 3 juta ton juga akan beroperasi.

”Ini belum termasuk produksi dari Thang Long Cement di Vietnam. Jika transaksi jual beli sudah selesai, produksi akan bertambah. Apalagi Thang Long sudah mengantongi izin untuk membangun dua pabrik lagi,” kata Dwi. (ARN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.