Kompas.com - 13/02/2013, 09:20 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan akan kembali melelang surat berharga negara (SBN) pada Kamis (14/2/2013) dengan target indikatif sebesar Rp 7 triliun.

Lelang ini diperkirakan akan memeroleh animo permintaan yang tinggi. Lelang dilakukan untuk 5 seri yang terdiri dari dua seri surat perbendaharaan negara (SPN) dengan tenor 3 dan 12 bulan dan tiga seri surat utang negara (SUN) dengan tenor 10, 15 dan 20 tahun dengan kupon masing-masing sebesar 5,625 persen, 6,215 persen dan 6,625 persen.

"Pengalaman lelang sebelumnya, permintaan diperkirakan masih tinggi dengan bid to cover ratio di atas 2,3 kali karena masih cukup besarnya likuiditas pasar," kata ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, di Jakarta, Rabu (13/2/2013).

Dalam triwulan pertama 2013 ini, Kementerian Keuangan diperkirakan akan melakukan sebanyak 10 kali lelang dengan target serapan sebesar Rp 57,5 triliun dari rencana penerbitan total dalam tahun 2013 sebesar Rp 281,1 triliun (gross) untuk menutup defisit anggaran sebesar Rp 153,3 triliun.

Menurut Lana, rencana lelang ini biasanya akan direspon dengan penguatan mata uang rupiah karena tersedotnya rupiah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.