Kompas.com - 22/05/2013, 07:08 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

TIMIKA, KOMPAS.com — Tim ahli geologi PT Freeport Indonesia (PTFI) menampik kegiatan penambangan aktif dengan serangkaian peledakan (blusting) dan pengeboran (drilling) batuan menjadi penyebab runtuhnya atap terowongan Big Gossan. Runtuhnya atap terowongan, Selasa (14/5/2013), mengakibatkan 28 orang tewas dan 10 orang lain terluka. Air hujan yang bereaksi dengan batuan gamping dan termineralisasi disebut sebagai dugaan awal penyebab runtuhnya terowongan ini.

Vice President (VP) Geo Services PTFI Wahyu Sunyoto mengatakan, lokasi reruntuhan berada di luar pengaruh kegiatan operasional pertambangan aktif. Jarak dari pusat penambangan Big Gossan sekitar 500 meter, sementara untuk tambang Deep Ore Zone (DOZ) berjarak sekitar 1.700 meter, dan untuk tambang terbuka Grasberg (Grasberg open pit) berjarak sekitar 2.700 meter. "Jadi cukup jauh dari daerah kegiatan aktif penambangan kita," jelasnya.

Selain itu, imbuh Wahyu, data microseismic system tidak menunjukkan gejala awal terjadinya runtuhan itu. Microseismic system adalah sistem yang memantau getaran, terpasang di setiap lokasi tambang. "Bahkan getaran gempa 7,2 skala Richter yang berpusat di timur laut Kabupaten Tolikara beberapa waktu lalu tidak berpengaruh terhadap fasilitas tambang bawah tanah kami," urai Wahyu.

Analisis sementara

Analisis sementara dari para ahli geologi PTFI, penyebab runtuhnya atap terowongan Big Gossan adalah akibat menurunnya daya dukung atau kohesivitas batuan. Penurunan kohesivitas diduga disebabkan oleh pelapukan kimiawi akibat air hujan dan udara yang meresap melalui struktur rekahan alami.

Wahyu mengatakan, air hujan pada dasarnya bersifat mendekati asam, dengan indikator pH sekitar 5. Dengan tingkat keasaman tersebut, menurut dia, air hujan akan mudah bereaksi dengan batuan gamping yang banyak terdapat di Papua, termasuk di lokasi tambang. Air hujan juga gampang bereaksi dengan zona termineralisasi seperti sulfida tembaga. Kedua hal itu memungkinkan terjadinya reaksi kimia yang berujung pelapukan batuan.

 "Pelapukan kimiawi secara alami pada rekahan batuan di atas atap terowongan akibat rembesan air hujan dan udara yang terus-menerus mengakibatkan kekuatan batuan menjadi sangat lemah. Kenapa bisa jatuh dalam hitungan detik atau menit, karena ada rekahan yang berbentuk biji yang bentuknya melebar di bawah, dan karena daya dukung rekahan sudah sangat rendah sehingga batuan runtuh, memenuhi dan menutup seisi ruangan kelas," jelas Wahyu di Guest House, Senin (20/5/2013).

Meski sudah ada analisis awal dari para geolog PTFI, tetapi Presiden Direktur PTFI Rozik B Soetjipto mengatakan tetap akan melakukan investigasi internal yang menyeluruh serta memberikan kesempatan kepada investigator dari Kementerian ESDM. Rozik juga berencana mendatangkan investigator independen untuk memastikan penyebab insiden runtuhnya atap terowongan Big Gossan yang menelan puluhan korban jiwa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Caplok 1,13 Juta Lembar Saham Bank Jasa Jakarta, Astra Financial Gelontorkan Rp 3,87 Triliun

    Caplok 1,13 Juta Lembar Saham Bank Jasa Jakarta, Astra Financial Gelontorkan Rp 3,87 Triliun

    Whats New
    Gubernur Anies Apresiasi Langkah Cepat Kementan Siapkan Kebutuhan Pangan Jelang Idul Adha

    Gubernur Anies Apresiasi Langkah Cepat Kementan Siapkan Kebutuhan Pangan Jelang Idul Adha

    Rilis
    Sebanyak 42.000 Hewan Kurban Masuk ke Jakarta Dipastikan Bebas Wabah PMK

    Sebanyak 42.000 Hewan Kurban Masuk ke Jakarta Dipastikan Bebas Wabah PMK

    Whats New
    Jelang Idul Adha, Mentan Jamin Suplai Pangan untuk DKI Jakarta Aman

    Jelang Idul Adha, Mentan Jamin Suplai Pangan untuk DKI Jakarta Aman

    Whats New
    Rupiah Terus Melemah, Kian Dekati Rp 15.000 per Dollar AS

    Rupiah Terus Melemah, Kian Dekati Rp 15.000 per Dollar AS

    Whats New
    Tax Amnesty Jilid II Berakhir, Apindo Harap Sinergi Pemerintah-Pengusaha Semakin Kuat

    Tax Amnesty Jilid II Berakhir, Apindo Harap Sinergi Pemerintah-Pengusaha Semakin Kuat

    Whats New
    Tenang, Kenaikan Tarif Listrik Tidak Dorong Lonjakan Inflasi di RI

    Tenang, Kenaikan Tarif Listrik Tidak Dorong Lonjakan Inflasi di RI

    Whats New
    Erick Thohir: Penyerapan Kredit UMKM di Malaysia Capai 50 Persen, di Indonesia Baru 20 Persen

    Erick Thohir: Penyerapan Kredit UMKM di Malaysia Capai 50 Persen, di Indonesia Baru 20 Persen

    Whats New
    Anak Usaha Astra International Caplok 49,56 Persen Saham Bank Jasa Jakarta

    Anak Usaha Astra International Caplok 49,56 Persen Saham Bank Jasa Jakarta

    Whats New
    Kasus Gagal Bayar Perusahaan Asuransi Berlarut-larut, OJK Buka Suara

    Kasus Gagal Bayar Perusahaan Asuransi Berlarut-larut, OJK Buka Suara

    Whats New
    Harga Minyak Mentah Indonesia Naik, Ini Beberapa Faktor Penyebabnya

    Harga Minyak Mentah Indonesia Naik, Ini Beberapa Faktor Penyebabnya

    Whats New
    Sandiaga Uno Ingatkan Pentingnya Promosi Digital bagi Ekonomi Kreatif

    Sandiaga Uno Ingatkan Pentingnya Promosi Digital bagi Ekonomi Kreatif

    Rilis
    Lima RS Segera Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar JKN yang Bakal Hapus Kelas Iuran dan Layanan 1,2,3 BPJS Kesehatan

    Lima RS Segera Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar JKN yang Bakal Hapus Kelas Iuran dan Layanan 1,2,3 BPJS Kesehatan

    Whats New
    Bandara Ngurah Rai Bali Tambah Rute ke Singapura dan Manila PP

    Bandara Ngurah Rai Bali Tambah Rute ke Singapura dan Manila PP

    Whats New
    IHSG Anjlok 2,53 Persen di Sesi I Perdagangan, Rupiah Melemah

    IHSG Anjlok 2,53 Persen di Sesi I Perdagangan, Rupiah Melemah

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.