Kompas.com - 18/06/2013, 13:43 WIB
EditorErlangga Djumena

Selain desain, pria 36 tahun ini juga tak segan bermain-main dengan warna yang cerah. Ini juga salah satu ciri khas dan kekuatan Rumah Warna.
Sayangnya, meski sudah memiliki dua pabrik sendiri dan melibatkan puluhan UKM, ia masih belum mampu memenuhi lonjakan pesanan. Bahkan, masih saja berdatangan order dari luar negeri, padahal sejak 2004, Nanang sudah menghentikan pengiriman ke luar negeri.

"Dengan berat hati, saya berkali-kali menolak permintaan ekspor. Kami masih ingin fokus membesarkan nama Rumah Warna dalam skala nasional. Setelah besar dan kuat di dalam negeri, baru kami pikirkan membuka ekspor lagi," ungkap bapak empat anak ini.

Maklum, ia memang bermimpi menjadikan Rumah Warna sebagai salah satu produk unggulan di Indonesia. Meski terbilang sukses di usia muda, Nanang tak segan berbagi pengalaman, Menurutnya, untuk menjadi pebisnis sukses, butuh proses. Setiap perjalanan pasti ada pelajaran yang bisa diambil. 

"Tapi jangan juga berpikir, untuk sukses harus berdarah-darah. Yang jelas, jatuh bangun dalam membangun usaha bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan proses yang harus dijalani," imbuhnya. (Pravita Kusumaningtias)

Baca sebelumnya: Nanang, Raja Tas dari Yogyakarta (1)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kementerian PUPR Ungkap Investor Asing Minat Bangun Perumahan di IKN Nusantara

Kementerian PUPR Ungkap Investor Asing Minat Bangun Perumahan di IKN Nusantara

Whats New
Keppel, MHI, dan DNV Jajaki Implementasi Turbin Gas Berbahan Bakar Amonia di Singapura

Keppel, MHI, dan DNV Jajaki Implementasi Turbin Gas Berbahan Bakar Amonia di Singapura

Whats New
Strategi Lazada Kembangkan Talenta Digital di Indonesia

Strategi Lazada Kembangkan Talenta Digital di Indonesia

Whats New
BPH Migas Ungkap Alasan Tambah Kuota Pertalite dan Solar hingga Akhir Tahun

BPH Migas Ungkap Alasan Tambah Kuota Pertalite dan Solar hingga Akhir Tahun

Whats New
Adira Finance Punya Komisaris Baru, Ini Sosoknya

Adira Finance Punya Komisaris Baru, Ini Sosoknya

Whats New
Aktif Terapkan ESG, PGE Raih Penghargaan Dharma Karya Energi dari Kementerian ESDM

Aktif Terapkan ESG, PGE Raih Penghargaan Dharma Karya Energi dari Kementerian ESDM

Whats New
IHSG Ditutup Menguat, Saham Sektor Energi Melesat 3 Persen

IHSG Ditutup Menguat, Saham Sektor Energi Melesat 3 Persen

Whats New
Genjot Pendanaan 'Startup', MCI Luncurkan Program Xponent

Genjot Pendanaan "Startup", MCI Luncurkan Program Xponent

Whats New
Bahlil: Kalau Kita Tidak Ciptakan Lapangan Kerja, Kampus Bisa Jadi Pabrik Pengangguran

Bahlil: Kalau Kita Tidak Ciptakan Lapangan Kerja, Kampus Bisa Jadi Pabrik Pengangguran

Whats New
Ini Penyebab Elon Musk Malas Bikin Pabrik Kendaraan Listrik di Indonesia

Ini Penyebab Elon Musk Malas Bikin Pabrik Kendaraan Listrik di Indonesia

Whats New
Simak Sektor Saham Pilihan Mirae Asset Sekuritas pada Oktober 2022

Simak Sektor Saham Pilihan Mirae Asset Sekuritas pada Oktober 2022

Earn Smart
Polemik Kompor Listrik, Jargas, dan MyPertamina, Pengamat: BUMN Energi Tidak Terkoneksi dengan Baik

Polemik Kompor Listrik, Jargas, dan MyPertamina, Pengamat: BUMN Energi Tidak Terkoneksi dengan Baik

Whats New
BPK: Ada 9.158 Temuan Senilai Rp 18,37 Triliun Pada IHPS Semester I 2022

BPK: Ada 9.158 Temuan Senilai Rp 18,37 Triliun Pada IHPS Semester I 2022

Whats New
Menkop Sebut UMKM Perlu Jalin Kemitraan dengan Usaha Besar

Menkop Sebut UMKM Perlu Jalin Kemitraan dengan Usaha Besar

Whats New
Asuransi Perlindungan Cuaca untuk Petani, Preminya mulai Rp 300.000 Per Tahun

Asuransi Perlindungan Cuaca untuk Petani, Preminya mulai Rp 300.000 Per Tahun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.