Kompas.com - 26/06/2013, 17:04 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com -
Mulai Sabtu (22/6/2013), harga baru bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang lebih mahal berlaku. Setelah empat tahun lebih menikmati premium dan solar seharga Rp 4.500 per liter, pemilik kendaraan bermotor mesti merogoh kocek lebih dalam untuk membeli seliter bensin.

Harga premium naik Rp 2.000 menjadi Rp 6.500 per liter dan solar naik Rp 1.000 jadi Rp 5.500 per liter. Kenaikan harga BBM bersubsidi ini hampir sama dengan tahun 2008 lalu, tepatnya 24 Mei, pemerintah mengerek harga premium menjadi Rp 6.000 seliter dan solar menjadi Rp 5.500. Itu ketiga kalinya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaikkan harga BBM selama masa pemerintahannya.

Dan, seperti yang sudah-sudah, bak bensin yang gampang menyambar ke mana-mana bila tersulut api, begitu juga efek kenaikan harga BBM bersubsidi. Alhasil, sudah bukan rahasia lagi, infl asi tinggi bakal mengekor kenaikan harga BBM. Lihat saja tahun 2005 dan 2008 lalu, saat pemerintah mendongkrak harga premium dan solar. Angka infl asi ketika itu mencapai dua digit, masing-masing sebesar 17,11 persen dan 11,06 persen.

Tapi, pada kenaikan BBM bersubsidi tahun ini, pemerintah kelewat percaya diri dan berani mematok target inflasi sepanjang 2013 hanya 7,2 persen. Memang, sih, lima bulan pertama inflasi berlari cukup pelan. Apalagi, dua bulan terakhir, April dan Mei terjadi defl asi. Sehingga, inflasi selama Januari hingga Mei lalu baru 2,28 persen.

Deflasi dua bulan berturut-turut tersebut yang membuat pemerintah makin mantap menaikkan harga BBM. “Saya masih percaya inflasi bisa 7,2 persen, tidak setinggi yang waktu itu dimunculkan oleh Bank Indonesia sebesar 7,76 persen,” kata Menteri Keuangan Chatib Basri.

Cuma, menurut Doddy Arifianto, ekonom Universitas MaChung, Malang, infl ansi tahun ini bisa mencapai 8,1 persen. Sebab, setiap kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar 10 persen akan menyebabkan inflasi 0,8 persen. Maka, dengan kenaikan harga BBM sekitar 33 persen bakal mendorong infl asi sejauh 2,5 persen.

Doddy memperkirakan, dampak kenaikan harga BBM bersubsidi terhadap harga barang dan jasa akan berlangsung sampai Desember 2013. Pada bulan pertama dan kedua yang bertepatan dengan bulan puasa dan lebaran, efeknya memang sangat besar. “Tapi, bulan-bulan berikutnya akan mulai menurun dampaknya,” ujar dia.

Hanya, Destri Damayanti, Kepala Ekonom Bank Mandiri, mengingatkan, jika pemerintah tidak melakukan upaya langsung untuk mengerem kenaikan harga pangan, infl asi bakal terbang tinggi hingga 8,2 persen. Kalau pemerintah mampu menjaga pasokan makanan, inflasi tahun ini hanya 7,8 persen.

Walau tidak bisa menjadi patokan, berkaca ke pengalaman kenaikan harga BBM bersubsidi tahun 2008 yang hanya empat hari menjelang bulan puasa, ketika itu infl asi Oktober mencapai angka fantastis: 8,70 persen. Nah, kenaikan harga BBM tahun 2013 hanya dua pekan menjelang bulan Ramadhan.

Yang pasti, kenaikan harga BBM bersubsidi yang menyulut inflasi tinggi bakal menggerus daya beli masyarakat. Destri memproyeksikan, daya beli masyarakat yang semestinya bisa tumbuh di atas 5,3 persen tahun ini akan menjadi 5,1 persen.

Sulit tumbuh di atas 6 persen

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    Sumber
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Simak Tarif dan Cara Menghitung Pajak Sarang Burung Walet

    Simak Tarif dan Cara Menghitung Pajak Sarang Burung Walet

    Whats New
    Upskilling Itu Penting, Ini Alasannya!

    Upskilling Itu Penting, Ini Alasannya!

    Work Smart
    BPK: Dana Rp 289,85 Miliar Program Kartu Prakerja Salah Sasaran

    BPK: Dana Rp 289,85 Miliar Program Kartu Prakerja Salah Sasaran

    Whats New
    Soal Penyebab Banjir Rob Semarang, Pemerintah Sebut karena Ketinggian Pasang Air Laut Ekstrem

    Soal Penyebab Banjir Rob Semarang, Pemerintah Sebut karena Ketinggian Pasang Air Laut Ekstrem

    Whats New
    IHSG dan Rupiah Kompak Menguat pada Penutupan Sesi I Perdagangan

    IHSG dan Rupiah Kompak Menguat pada Penutupan Sesi I Perdagangan

    Whats New
    Perluas Distribusi Reksa Dana, Bahana TCW Gandeng Fundtastic dan Bank Muamalat

    Perluas Distribusi Reksa Dana, Bahana TCW Gandeng Fundtastic dan Bank Muamalat

    Whats New
    Pelantikan Dewan Komisioner OJK 2022-2027 Ditunda, Ini Alasannya

    Pelantikan Dewan Komisioner OJK 2022-2027 Ditunda, Ini Alasannya

    Whats New
    KreditPro dan eFishery Dukung Budidaya Perikanan Lewat Program Kabayan

    KreditPro dan eFishery Dukung Budidaya Perikanan Lewat Program Kabayan

    Rilis
    Nasabah Gagal Bayar WanaArtha Life Minta Direksi Baru Percepat Penyehatan Keuangan

    Nasabah Gagal Bayar WanaArtha Life Minta Direksi Baru Percepat Penyehatan Keuangan

    Whats New
    Ajak Profesional HR Jawab Tantangan Soal SDM Pascapandemi, SKK Migas dan KKKS Gelar IHSR 2022

    Ajak Profesional HR Jawab Tantangan Soal SDM Pascapandemi, SKK Migas dan KKKS Gelar IHSR 2022

    Rilis
    Pelantikan Dewan Komisioner OJK Batal Dilaksanakan Hari Ini, Kenapa?

    Pelantikan Dewan Komisioner OJK Batal Dilaksanakan Hari Ini, Kenapa?

    Whats New
    NIK Jadi NPWP Mulai 2023, Ini Hal yang Perlu Kamu Ketahui

    NIK Jadi NPWP Mulai 2023, Ini Hal yang Perlu Kamu Ketahui

    Whats New
    Ekonom: Jika BI Naikkan Suku Bunga, Berpotensi Ganggu Laju Pemulihan Ekonomi Nasional

    Ekonom: Jika BI Naikkan Suku Bunga, Berpotensi Ganggu Laju Pemulihan Ekonomi Nasional

    Whats New
    Mirza Adityaswara Mundur sebagai Dirut LPPI

    Mirza Adityaswara Mundur sebagai Dirut LPPI

    Whats New
    Korban Gagal Bayar Bumiputera Desak OJK Minta Skema Penyehatan Perusahaan

    Korban Gagal Bayar Bumiputera Desak OJK Minta Skema Penyehatan Perusahaan

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.