Pemanasan Global Pengaruhi Ketidakstabilan Pangan di Indonesia

Kompas.com - 30/08/2013, 11:32 WIB
Hatta Rajasa KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOHatta Rajasa
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, efek pemanasan global (global warming) sudah semakin terasa. Hal ini mengakibatkan ketidakstabilan pangan di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

"Global warming ini bukanlah sesuatu yang akan datang 10 sampai 20 tahun. Fenomena tersebut sudah di depan mata dan sudah kita rasakan. Itu dapat mempengaruhi supply and demand di bidang pangan. Dengan perubahan iklim yang acak akan mengakibatkan kekurangan suplai," kata Hatta saat membuka Expo Nasional Inovasi Perkebunan di Jakarta Convention Center, Jumat (30/8/2013).

Ia berharap masyarakat mau berkomitmen untuk mengurangi emisi gas karbon. Hal ini seiring dengan komitmen pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai kawasan green economy hingga 2020.

Hatta menganggap,  perkebunan kelapa sawit ini juga mampu mengurangi gas karbon yang ada. Hatta mencatat bahwa perkebunan kelapa sawit ini mampu menyerap karbon lebih banyak dibanding hutan tropis.

"Nantinya pendekatan ilmu pengetahuan di bidang perkebunan ini harus ditingkatkan, seiring dengan inovasi yang ada. Hanya dengan inovasi, kita bisa merubahnya menjadi keunggulan kompetitif," tambahnya.

Hatta ingin agar ke depan masyarakat mau melakukan kegiatan hilirisasi produk perkebunan. Hal ini tidak hanya memberikan nilai tambah di produk perkebunan tapi juga bisa meningkatkan perekonomian negara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X