Olimpiade 2020 Tokyo, Peluang bagi Tenaga Kerja Indonesia

Kompas.com - 06/10/2013, 07:33 WIB
EditorTri Wahono

Meskipun demikian dengan biaya yang juga banyak dikeluarkan, hasil akhir walaupun ada, tak sebanyak saat penyelenggaraan Olimpiade pertama 1964 di Tokyo. Nada sedikit pesimis diberikan seorang analis Mizuho Securities Co. yang tak mau disebutkan namanya.

"Olimpiade 2020 sebenarnya low-risk, low-return, bukan penyelenggaraan yang banyak menguntungkan Jepang. Pertanyaan yang sebenarnya lebih besar adalah, Visi yang bagaimana dapat ditindaklanjuti pemerintah Jepang dalam menyambut perekonomian tahun 2020?"

Lepas dari pro dan kontra perekonomian Jepang akibat penyelenggaraan Olimpiade 2020, kenyataan yang ada, ternyata IOC, Komite Olimpiade Internasional, telah mengadakan survei di Tokyo pada Maret 2013 dan hasilnya 70 persen masyarakat Tokyo sangat mendukung penyelenggaraan Olimpiade 2020. Ini juga salah satu poin positif sehingga Jepang terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade 2020, karena dukungan sangat kuat dari penduduk Tokyo.

Di samping tentu faktor lain seperti citra keamanan sangat baik di Tokyo, pendekatan sangat profesional terencana dan matang kepada IOC saat ini (dibandingkan saat pengajuan diri untuk Olimpiade 2016 yang akhirnya dimenangkan Rio de Janeiro).

Kini setelah diputuskan sebagai tuan rumah dan dukungan sangat kuat dari rakyat Jepang, sebagai bangsa yang banyak membantu Indonesia di masa lalu, mulai sekarang Jepang pasti akan meminta bantuan asing terutama soal tenaga kerja untuk berbagai proyek pekerjaan umum menjelang Olimpiade 2020 tersebut.

Di sinilah kesempatan kerja orang Indonesia dan waktunya membalas budi Jepang dengan membantu berbagai proyek persiapan tersebut. Tentu saja bukan sembarangan orang Indonesia. Pasti diharapkan mereka punya kemampuan bahasa Jepang agar bisa komunikasi dengan baik. Punya skill atau kemampuan lebih di berbagai bidang, misalnya di bidang rekayasa bangunan, sipil, dan, sebagainya.

Itu barulah dari segi tenaga kerja yang pasti dibutuhkan Jepang khususnya Tokyo dalam waktu mendatang ini agar Olimpiade 2020 sukses nantinya. Masih banyak kesempatan bisnis lain yang bisa dimanfaatkan oleh Indonesia seiring dengan akan diselenggarakannya Olimpiade 2020 tersebut.

Lihat saja proyek di bidang servis akan menghabiskan 651 miliar yen, bidang konstruksi akan memakan biaya 474,5 miliar yen, bidang ritel akan memakan biaya 277,9 miliar yen, bidang finansial seperti asuransi akan memakan biaya 117,8 miliar yen, dan banyak lagi proyek yang akan terkait Olimpiade 2020 di Tokyo.

Berbagai bahan baku pasti dibutuhkan Jepang untuk pembangunan berbagai proyek dan sebagian bahan baku tentu bisa dipasok dari Indonesia, misalnya soal aluminium. Bisa dari Indonesia bukan? Mulai 1 November 2013 secara hukum pemerintah Indonesia telah menguasai PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yang memproduksi sangat luar biasa jumlah aluminium bagi keputuhan berbagai macam proyek pembangunan di Indonesia dan luar negeri.

Pada intinya adalah, banyak peluang bisnis bagi Indonesia dengan diputuskannya satu Negara Asia, sahabat kita Jepang, khususnya Tokyo sebagai tempat penyelenggaraan Olimpiade 2020. Jangan lihat fisik tujuh jam penerbangan. Jaman teknologi modern dewasa ini, jam penerbangan bukanlah alasan bagi tidak bisa mencapai kata sepakat dalam bisnis internasional dewasa ini. Bisnis besar pula bagi Indonesia kalau mau dan bisa mendekati Jepang untuk ikut proyek Olimpiade 2020 tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.