Kompas.com - 24/12/2013, 14:34 WIB
Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani. KOMPAS/ALIF ICHWANDewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna menyediakan keterbukaan informasi kepada konsumen dan masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menyediakan layanan konsumen via telepon atau call center.

"Kami mengharapkan BPJS ini nantinya memiliki call centre seperti OJK, dan kapasitasnya harus lebih besar sehingga bisa melayani lebih dulu," kata Anggota Dewan Komisioner OJK Firdaus Djaelani pada Workshop Pengawasan terhadap BPJS, Selasa (24/12/2013).

OJK saja, lanjut Firdaus, menerima sekitar 200 hingga 300 pengaduan industri keuangan non bank melalui call center. Dengan adanya layanan BPJS, Firdaus memperkirakan jumlah pengaduan dapat mencapai ribuan.

"Sekarang saja setiap minggu kami menerima 200 sampai 300 komplain. Kalau BPJS jalan bisa ribuan (pengaduan)," jelasnya.

Lebih lanjut, Firdaus mengungkapkan mulai tanggal 1 Januari 2014 mendatang BPJS ditargetkan akan melayani sekitar 125 hingga 1 juta peserta di seluruh Indonesia. Adapun pada tahun 2019 BPJS diharapkan dapat melayani seluruh masyarakat Indonesia.

Ia berharap BPJS dapat melayani bagi masyarakat dengan sebaik-baiknya guna mewujudkan masyarakat sehat dan sejahtera.

"Pasti ada orang yang komplain, akan banyak jumlahnya. Tapi yang terpenting adalah bagaimana cara memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Minta 4 Provinsi Buat Laporan Khusus Penyebab Tingginya Kematian akibat Covid-19

Luhut Minta 4 Provinsi Buat Laporan Khusus Penyebab Tingginya Kematian akibat Covid-19

Whats New
Hadirkan Tayangan Anak Berkualitas, IndiHome Luncurkan IndiKids Tepat di Hari Anak Nasional

Hadirkan Tayangan Anak Berkualitas, IndiHome Luncurkan IndiKids Tepat di Hari Anak Nasional

Whats New
Indonesia-Malaysia Bahas 7 Poin Penting Terkait Sistem Penempatan Pekerja Migran

Indonesia-Malaysia Bahas 7 Poin Penting Terkait Sistem Penempatan Pekerja Migran

Rilis
Mau Karier Maju? Simak 5 Tips Berikut Ini

Mau Karier Maju? Simak 5 Tips Berikut Ini

Work Smart
4 Risiko Melunasi Utang Lebih Cepat Tanpa Rencana Keuangan

4 Risiko Melunasi Utang Lebih Cepat Tanpa Rencana Keuangan

Spend Smart
Terapkan 5 Hal Ini agar Investasi Tokcer di Masa Pandemi

Terapkan 5 Hal Ini agar Investasi Tokcer di Masa Pandemi

Earn Smart
Apa Itu Kode Referral yang Sering Dipakai untuk Promosi?

Apa Itu Kode Referral yang Sering Dipakai untuk Promosi?

Earn Smart
Pertamina Distribusikan 1.335 Ton Oksigen ke 206 Rumah Sakit

Pertamina Distribusikan 1.335 Ton Oksigen ke 206 Rumah Sakit

Whats New
[TREN LOVE KOMPASIANA] 'Deep Talk' dengan Pasangan | Mengatasi Hubungan Beda Kota hingga Negara

[TREN LOVE KOMPASIANA] "Deep Talk" dengan Pasangan | Mengatasi Hubungan Beda Kota hingga Negara

Rilis
Bambang Brodjonegoro Diangkat Jadi Presiden Komisaris Oligo Infrastruktur

Bambang Brodjonegoro Diangkat Jadi Presiden Komisaris Oligo Infrastruktur

Whats New
Harga Cabai Rawit-Rokok Naik Tipis, BI Prediksi Inflasi Pekan Keempat Juli 0,01 Persen

Harga Cabai Rawit-Rokok Naik Tipis, BI Prediksi Inflasi Pekan Keempat Juli 0,01 Persen

Whats New
Berlaku Besok, Ini Jadwal Terbaru Operasional MRT Jakarta Selama PPKM

Berlaku Besok, Ini Jadwal Terbaru Operasional MRT Jakarta Selama PPKM

Rilis
Indonesia Bikin Laptop Merah Putih, Berapa Besar Kandungan Lokalnya?

Indonesia Bikin Laptop Merah Putih, Berapa Besar Kandungan Lokalnya?

Whats New
Pemerintah Berencana Ganti PPnBM dengan PPN, Apa Bedanya?

Pemerintah Berencana Ganti PPnBM dengan PPN, Apa Bedanya?

Whats New
Sandiaga Uno: Masyarakat Jangan Pilih-pilih Vaksin

Sandiaga Uno: Masyarakat Jangan Pilih-pilih Vaksin

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X