Kompas.com - 06/02/2014, 16:42 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Kompas.com/SABRINA ASRILMenteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa geram dengan pelaku usaha pertambangan yang tidak mengerti tujuan dari pengenaan bea keluar (BK), sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan yang dikeluarkan baru-baru ini.

"Kita bukan mau cari uang dari BK. Kita memaksa smelter (pabrik pemurnian bijih mineral) dibangun," kata Hatta di kantornya, Jakarta, Kamis (6/2/2014).

Pengenaan BK juga berlaku bagi dua raksasa tambang asal Amerika Serikat, yaitu PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara. Ia menambahkan, mereka tidak akan dapat mengantongi surat persetujuan ekspor sepanjang tidak berkomitmen membangun smelter.

"Sangat jelas bahwa kita akan melaksanakan UU. Freeport dan Newmont harus bangun smelter. Harus," terang Hatta.

"Kalau tidak diberlakukan, tiga tahun ke depan akan sulit nanti, karena itu sudah jadi perintah undang-undang. Sepanjang belum membangun smelter, mereka enggak dapat izin ekspor, kecuali kena BK tadi," kata dia lagi.

Sebelumnya, sejumlah pengusaha tambang menilai penetapan BK mineral tambang progresif mulai dari 20 atau 25 persen hingga 60 persen pada tahun 2016 sangat memberatkan dan merugikan pelaku usaha.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi Mineral Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Didie W Soewondho menuturkan, besaran BK tersebut melebihi profit margin perusahaan dengan sejumlah beban formal dan nonformal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sangat disayangkan menurut hemat kami, penetapan besaran BK tersebut tidak memperhatikan struktur biaya dalam proses pengolahan. Sehingga, mengakibatkan operasi tambang berhenti total," terang Didie dalam keterangan resminya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.