Caplok WhatsApp, Saham Facebook Sentuh Rekor

Kompas.com - 21/02/2014, 07:54 WIB
Papan data center Facebook ReadWritePapan data center Facebook
EditorErlangga Djumena

NEW YORK, KOMPAS.com - Saham Facebook ditutup menguat bahkan sempat menyentuh rekor pada perdagangan di bursa saham Wall Street, Kamis (20/2/2014), setelah aksi korporasi perusahaan jejaring sosial tersebut mengakuisisi WhatsApp.

Saham perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg ini sempat menyentuh level tertingginya pada 70,11 dollar AS sebelum ditutup menguat 2,3 persen menjadi 69,63 dollar AS.

Seperti diberitakan, Facebook mengakuisisi aplikasi pesan instan  WhatsApp seharga 19 miliar dollar AS (Rp 223 triliun). Rinciannya, Facebook akan menggelontorkan dana sebesar 16 miliar dollar AS, yang terdiri dari 12 miliar dollar AS saham Facebook dan 4 miliar dollar AS dalam bentuk uang tunai. Facebook juga memberi 3 miliar dollar AS saham terbatas untuk pendiri dan karyawan WhatsApp yang akan diberikan selama empat tahun setelah akuisisi tersebut selesai.

Namun analis menilai aksi tersebut sebagai langkah yang "putus asa". Harga yang dibayarkan oleh perusahaan jejaring sosial itu kelewat mahal.

"Harga pembelian ini sudah gila-gilaan, terlalu mahal. Ini merupakan tanda bahwa mereka (Facebook) putus asa dengan jumlah user yang saat ini mereka miliki," ujar analis dari Enderle Group, Rob Enderle, sebagaimana dikutip dari CNBC, Kamis (20/2/2014).

"Facebook ketar-ketir, jumlah user akan anjlok, dan mereka mencoba untuk mendapatkan user baru dengan membeli perusahaan yang punya user. Namun, yang tak bisa dimungkiri, saat ini memang banyak sekali strategi yang ditempuh untuk meningkatkan jumlah user pada era dotcom," lanjut Enderle.

Baca tentang


Sumber Reuters
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X