Apindo Nilai Presiden SBY "Tak Punya Nyali" Naikkan Harga BBM

Kompas.com - 29/08/2014, 06:17 WIB
Antrean panjang pengguna kendaraan yang hendak membeli bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Jalan Laksda Adisucipto, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (27/8/2014) pagi. Terkait pembatasan BBM bersubsidi, antrean masih terjadi di berbagai SPBU di DI Yogyakarta meski Pertamina telah mulai melakukan upaya normalisasi pasokan. KOMPAS / FERGANATA INDRA RIATMOKOAntrean panjang pengguna kendaraan yang hendak membeli bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Jalan Laksda Adisucipto, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (27/8/2014) pagi. Terkait pembatasan BBM bersubsidi, antrean masih terjadi di berbagai SPBU di DI Yogyakarta meski Pertamina telah mulai melakukan upaya normalisasi pasokan.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai bahwa pemerintah "tidak punya nyali" menaikkan harga BBM bersubsidi saat ini. Bahkan, sampai pertemuan dengan Jokowi kemarin, Presiden SBY tetap tidak berani memutuskan kenaikan BBM bersubsidi.

"Biasa, enggak berani (menaikkan harga BBM), sampai di Bali pun (pertemuan dengan Jokowi) enggak berani untuk menaikkan harga BBM. Saya percaya tidak naik. Pemerintahan Jokowi-JK ini baru dinaikkan," ujar Ketua Apindo di Jakarta, Kamis (28/8/2014).

Dia menjelaskan, sebenarnya kenaikan harga BBM sudah dibahas sejak jauh-jauh hari. Namun, Presiden SBY, kata Sofjan, tidak mau mengambil risiko terhadap keputusan tersebut. Jika pemerintah berani menaikkan harga BBM, maka akan ada dampak terhadap berbagai hal.

Namun, Sofjan juga mengatakan bahwa dampak kenaikan barang kebutuhan pokok pasca-kenaikan harga BBM bersubsidi bisa diantisipasi dengan menyediakan stok barang yang melimpah. Sofjan pun yakin pemerintahan Jokowi-JK berani menaikkan harga BBM, maka dampaknya mampu diatasi cepat oleh pemerintahan mendatang.

"Saya pikir bisa hadapi itu dan itu. Tidak ada spekulasi sehingga tidak cari untung," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cek Rekening, Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta untuk Tahap V Termin Kedua Telah Disalurkan

Cek Rekening, Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta untuk Tahap V Termin Kedua Telah Disalurkan

Whats New
Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Spend Smart
Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X